Breaking News:

Berita Ponorogo

Pembagian Kunci dan Lapak Pasar Legi Ponorogo Dihentikan, Pedagang Minta Zonasi Ditata Ulang

Ratusa pedagang Pasar Legi menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Ponorogo dan Pemkab Ponorogo. Minta transparansi pembagian lapak.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Hefty Suud
Istimewa/TribunJatim.com
Pasar Legi Ponorogo. 

Begitu juga kios, menurut Hartuti juga lebih kecil daripada kios yang ia tempati sekarang.

Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita juga sepakat untuk menghentikan sementara pembagian kunci dan lapak.

"Permintaannya kan kunci jangan dibagikan dulu, jadi kunci saya minta stop dulu sampai kita tinjau langsung permasalahannya dimana," lanjutnya.

Baca juga: Tandai Boyongan, Pedagang dan Dinas Perdagkum Gelar Tasyakuran di Pasar Legi Ponorogo

Lisdyarita juga akan mengkaji ulang apakah zonasi bisa diubah mengingat hal tersebut merupakan aturan pemerintah pusat.

Termasuk ukuran lapak yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

Pasar Legi Ponorogo sendiri memang dibangun menggunakan dana APBN sebesar Rp 133 Miliar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyerahkan pengelolaan pasar tersebut kepada Pemkab Ponorogo setelah diresmikan pada bulan Februari 2021 lalu.

Dalam pembangunannya, Pasar Legi Ponorogo telah didesain untuk dilakukan zonasi pembagian jenis dagangan.

Lantai satu untuk sayuran, buah, daging segar, ayam, ikan segar, ikan asin, kelapa dan selep.

Lalu lantai dua diperuntukkan bagi pedagang sembako, palawija, meracang, palen, roti, jajanan.

Sedangkan lantai tiga akan diisi pedagang kerajinan, UMKM, sepatu, palen, plastik, gerabah, dan empon-empon.

Lalu lantai empat akan diisi pakaian, kain/jahit, warung dan food court.

Berita tentang Pasar Legi Ponorogo

Berita tentang Ponorogo

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved