Breaking News:

Berita surabaya

Pemkot Surabaya Gelar Vaksinasi Gotong Royong di 28 Lokasi

Pemkot Surabaya menyiapkan 28 lokasi Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk vaksinasi gotong royong. Ini dikhususkan bagi karyawan dan buruh perusahaan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berserta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menkes Budi Gunadi S dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau meninjau vaksinasi di ASDP Pelabuhan Kamal Kabupaten Bangkalan, Sabtu (19/6/2021). 

Reporter : Bobby Koloway | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya menyiapkan 28 lokasi Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk vaksinasi gotong royong. Ini dikhususkan bagi karyawan dan buruh perusahaan.

"Lokasinya, sebagian besar di rumah sakit yang sudah pernah menjalankan vaksin program pemerintah," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Rabu (23/6/2021).

Untuk mendukung percepatan program vaksinasi gotong royong, Dinkes Surabaya telah menerbitkan SK bagi Faskes yang lolos verifikasi dan memenuhi persyaratan. Vaksin disiapkan oleh Bio Farma.

Saat ini, Surabaya mengajukan permintaan 100 ribu vial vaksin gotong royong kepada pemerintah pusat. Sedangkan untuk jenisnya, berbeda dengan vaksinasi sasaran sebelumnya.

"Jadi vaksin gotong royong itu merknya berbeda dengan vaksin program, tidak sama. Faskesnya pun tidak bisa dipakai lagi menjadi Faskes untuk vaksin program, karena P-Carenya mempunyai akun yang berbeda," katanya.

Selain kepada karyawan dan buruh perusahaan, peserta vaksin juga bisa dari kalangan perorangan. "Intinya karyawan yang banyak dan siapapun juga bisa menjadi peserta vaksin gotong royong, perorangan juga diperbolehkan," jelasnya.

Pihaknya menargetkan sekitar 1,8 juta jiwa jumlah total sasaran penerima program vaksinasi di Kota Surabaya. Target itu dapat tercapai tuntas di tahun 2021.

Baca juga: Grab Perluas Kerja Sama dengan Kementerian Kesehatan Hadirkan Pusat Vaksinasi di Surabaya

"Kalau target secara keseluruhan sekitar 1,8 juta orang secara keseluruhan. Tahun ini harus selesai, biar herd immunity nya terbentuk," ujarnya.

Hingga saat ini pelaksanaan vaksinasi bagi lanjut usia (lansia) di Kota Surabaya telah mencapai sekitar 223 ribu jiwa (87 persen dari 253 ribu jiwa sasaran). Pihaknya kemudian mendorong masyarakat umum yang usia di atas 18 tahun agar segera mendaftar program vaksinasi massal.

"Sehingga saya sampaikan kemarin masyarakat umum lebih dari (usia) 18 tahun, bisa kita lakukan. Selain kita memprioritaskan lansia dan yang 50 tahun ke atas," kata Feny.

Sedangkan untuk program vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidikan di Surabaya, telah mencapai 95 persen. Akhir bulan ditargetkan tuntas.

"Guru masih kurang sekitar seribuan, yang guru SMA. Untuk guru SD, SMP dan Paud sudah (divaksin) semua. Data guru peserta vaksinasi 48 ribu yang terdaftar ke kami. Jadi sudah sekitar 95 persen," pungkasnya.

Berita tentang vaksinasi massal

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved