Breaking News:

Berita Mojokerto

Bupati Mojokerto Tekankan Program Keluarga Keren Cegah Stunting

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menekankan peran keluarga sangat penting untuk mencegah kasus stunting yang kini mencapai kurang lebih 30,5 persen

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Doni
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam kegiatan bertajuk Keluarga Keren Cegah Stunting di Hotel Vanda Gardenia, Kecamatan Trawas, Rabu (23/6/2021). 

Reporter: Mohammad Romadoni I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menekankan peran keluarga sangat penting untuk mencegah kasus stunting yang kini mencapai kurang lebih 30,5 persen atau sepertiga dari jumlah anak di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Stunting merupakan permasalahan kurang gizi kronis sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan dapat menyebabkan perkembangan otak terganggu.

Ini disampaikan Ikfina dalam kegiatan peringatan Hari Keluarga Nasional ke-28 Kabupaten Mojokerto bertajuk Keluarga Keren Cegah Stunting oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2), di Hotel Vanda Gardenia, Kecamatan Trawas, Rabu (23/6/2021).

“Keluarga adalah pabriknya SDM, kita harus menjaga agar SDM selalu berkualitas agar bisa tercipta generasi berkualitas, kita harus berupaya mencegah stunting dimulai dari pernikahan dan merencanakan sebuah keluarga,” ungkapnya, Rabu (23/6).

Ikfina mengatakan kasus stunting dapat dicegah tentunya dengan perencanaan sejak dini.

Selain itu, ia mendorong KB jangka panjang melalui implan dan IUD bagi pasangan yang sudah tidak ingin hamil atau berada di usia yang tidak memungkinkan untuk hamil.

Dia juga menekankan agar masyarakat khususnya ibu hamil selalu menerapkan Prokes 5 M untuk kebaikan bersama dan keluarganya.

“Patuhi prokes 5 M utamanya masker jangan sampai dilepas jika kondisi tidak memungkinkan diuar rumah dan berjumpa banyak orang, jaga keluarga tercinta dari penularan Covid-19 karena keluarga adalah yang utama,” paparnya.

Kepala Dinas DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi menjelaskan upaya mencegah kasus stunting pihaknya telah melaksanakan sosialisasi terhadap calon pengantin di 10 desa Locus stunting yang diikuti 30 orang peserta.

"Rangkaian kegiatan puncak adalah sarasehan bertema peran keluarga dalam pencegahan stunting di Kabupaten Mojokerto," jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved