Breaking News:

Berita Surabaya

Redam Angka Penularan Covid-19 Antar Daerah, Pengamat: Pemerintah Harus Tingkatkan Koordinasi

Pandemi Covid-19 di Jawa Timur kembali melonjak pertengahan tahun ini. Sejumlah pakar kebijakan publik pun menilai hal ini bisa diredam dengan koordin

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/firman
Pengendara asal Bangkalan Madura yang terjaring penyekatan dan dilakukan swab test antigen di pintu keluar Jembatan Suramadu. 

Reporter: Bobby Koloway I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pandemi Covid-19 di Jawa Timur kembali melonjak pertengahan tahun ini. Sejumlah pakar kebijakan publik pun menilai hal ini bisa diredam dengan koordinasi antar pemangku kepentingan. 

Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, telah menetapkan target batas waktu. Indonesia harus mengendalikan pandemi Covid-19 pada 17 Agustus mendatang. 

Pengamat kebijakan publik Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Andri Arianto, menilai kerjasama antar pemerintah daerah sangat diperlukan.

Terutama, terkait partisipasi masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan serta mentaati aturan-aturan PPKM skala mikro.

Ia menilai sinergi antara Pemprov Jatim bersama pemerintah pusat dan pemerintah kota/kabupaten yang bisa ditingkatkan.

"Banyak yang kurang koordinasi. Contoh yang nyata adalah kasus penyekatan di Suramadu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (23/6/2021).

Andri mengatakan, penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya memunculkan gaduh dan pro dan kontra. Pelaksanaan swab antigen menjadi tak efektif. 

Padahal, langkah Pemkot Surabaya dalam merespon munculnya varian alpa, beta, dan delta di Bangkalan sudah sewajarnya dilakukan. Ini dilakukan juga arahan dari Pemprov Jatim

Pengendara yang akan masuk Kota Surabaya dipastikan sehat. "Hal itu memang seharusnya dilakukan Pemkot Surabaya karena sebagai tetangga langsung dengan Bangkalan,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved