Breaking News:

Berita Kota Pasuruan

Ini Cara Disperindag Kota Pasuruan Minimalisir Penularan Covid-19 di Pasar

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan mulai melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir penularan Covid-19 di lingkungan pa

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Galih Lintartika)
Upaya yang dilakukan Disperindag Kota Pasuruan meminimalisir penularan Covid-19 di Pasar 

Reporter : Galih Lintartika | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan mulai melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir penularan Covid-19 di lingkungan pasar.

Kepala Disperindag Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengatakan, sejak Kota Pasuruan masuk dalam zona merah, pihaknya langsung membuat skala prioritas untuk penanganan Covid-19 di Pasar.

"Prinsipnya,sesuai dengan arahan pak Wali (Gus Ipul) kami mengikuti dengan menerapkan protokol kesehatan ketat," kata Yanuar, Jumat (25/6/2021).

Penerapan prokes ini ada beberapa macam. Pertama, kata Yanuar, penyekatan di pintu - pintu masuk pasar. Menurutnya, jumlah pintu masuk pasar dibatasi.

"Misalnya, awalnya ada enam pintu, sekarang hanya ada dua pintu saja. Kami buat one gate system. Prinsipnya, hanya memudahkan pengawasan," katanya.

Dia menerangkan, untuk mengantisipasi kerumunan di pintu masuk, pihaknya menyiapkan petugas yang akan selalu stand by berjaga.

"Mereka mengatur arus lalu lintas. Selain itu, petugas juga akan memeriksa pengunjung atau pedagang pasar. Mulai penggunaan masker, hingga pengecekan suhu badan," urainya.

Selain itu, di setiap pintu masuk, lanjut Yanuar, pihaknya menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya.

Baca juga: Satgas Covid Kota Pasuruan Temukan Lagi 27 Pasien Covid-19 dari Kluster Wisata Religi

"Setelah aktifitas pasar selesai, antara pedagang dan pembeli kembali ke rumah, kami keliling melakukan penyemprotan disenfiktan," tambahnya.

Menurut dia, ada juga petugas yang keliling pasar di jam jam tertentu untuk mengecek prokes. Jika ada pedagang atau pembeli pasar tidak bermasker dan berkerumun, akan diingatkan.

"Tapi, allhamdulillah, antara pedagang dan pembeli, tingkat kesadarannya untuk mematuhi prokes sudah tumbuh. Tapi tetap kami kontrol," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Selain itu, ia menyebut, pihaknya sudah membuat satgas Covid-19 di Pasar. Anggotanya 15 orang di masing - masing pasar di Kota Pasuruan.

"Mereka yang bertugas untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat tentang pentingnya mematuhi prokes untuk menekan angka penyebaran Covid-19, " pungkasnya.

Berita tentang penularan Covid

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved