Breaking News:

Berita Jember

Mitigasi Gempa dan Tsunami, BMKG Ingatkan Soal Konstruksi Bangunan hingga Potensi Bencana di Jember

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada tiga penyebab kerusakan akibat gempa bumi.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA/BPBD Jember
Rumah rusak terdampak gempa bumi di Kecamatan Arjasa, Jember, Sabtu (10/4/2021) 

Reporter: Sri Wahyunik I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada tiga penyebab kerusakan akibat gempa bumi.

Ketiga penyebab itu adalah konstruksi bangunan yang buruk karena tidak mengacu aturan bangunan tahan gempa, lokasi bangunan berada di kontur tanah lunak, permukiman atau bangunan berada di lereng perbukitan.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami pada Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono ketika menjadi narasumber dalam sosialisasi kewaspadaan dan mitigasi gempa bumi dan tsunami yang digelar oleh BMKG Malang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Kamis (24/6/2021).

"Gempa itu tidak membunuh dan melukai, namun bangunan yang roboh akibat gempa itu yang melukai. Setiap setelah ada gempa, dan ada info kerusakan, kami pasti langsung mengecek ke lapangan. Kerusakan yang terjadi untuk bangunan karena faktor bangunan bukan tahan gempa, atau bangunannya tidak kuat, tulangannya tidak bagus," ujar Daryono.

Daryono kemudian memaparkan tiga penyebab kerusakan akibat gempa seperti di atas. Selain karena bangunan bukan bangunan tahan gempa, juga karena bangunan berada di tanah yang lunak, atau berada di lereng perbukitan.

"Jadi kalau belum mampu membangun rumah yang tahan gempa, lebih baik rumah berbahan kayu dan bambu namun yang kuat," tegasnya.

Daryono kemudian mencontohkan kerusakan bangunan di Kabupaten Jember akibat gempa yang berpusat di Malang selatan pada 10 April 2021 kemarin.

Daryono memaparkan foto-foto kerusakan rumah di Jember. Bangunan yang rusak itu, kata Daryono, bangunan yang tidak kuat terhadap goncangan gempa.

Daryono memaparkan materi bertajuk “Peta Bahaya dan Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Bumi & Tsunami” dalam sosialisasi tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved