Breaking News:

Berita Madura

Optimalkan PPKM Mikro, Ibu-ibu di Bangkalan Bergiliran Memasak Untuk Warga yang Isolasi Mandiri

Tekad masyarakat untuk segera mengakhiri lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan tergambar di Perumnas Tunjung, Kecamatan Burneh.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Ahmad Faisol
Aparat gabungan Polsek dan Koramil Burneh bersama warga melakukan penyekatan di pintu utama masuk Perumahan Tunjung, Kecamatan Burneh sebagai upaya mengoptimalkan PPKM Mikro, Kamis (24/6/2021) 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Tekad masyarakat untuk segera mengakhiri lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan tergambar di Perumnas Tunjung, Kecamatan Burneh. 

Ketika beberapa rumah terpapar Covid-19, pintu utama menunju perumahan dijaga ketat. Bahkan ibu-ibu RT/RW rela bergantian memasak untuk kebutuhan makanan warga perumahan yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kecamatan Burneh serta Kecamatan Socah mulai dua hari terakhir terbaca sebagai zona merah Covid-19 pada update Peta Sebaran Kabupaten Bangkalan. Hingga Kamis (24/6/2021), kedua wilayah itu tergabung bersama Kecamatan Kota, Klampis, dan Sepulu sebagai kecamatan zona merah.

Sedangkan Kecamatan Arosbaya yang disebut sebagai episentrum lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, dalam dua hari terakhir telah berubah menjadi zona orange bersama 13 kecamatan lainnya.

Kapolsek Burneh, Iptu Eko Siswanto mengungkapkan, penyekatan di pintu utama masuk Perumahan Tunjung dilakukan sebagai upaya pereventif sekaligus mengoptimalkan PPKM Mikro untuk mengurangi mobilitas masyarakat penghuni perumahan.

“Ada satu warga di perumahan meninggal dunia dan beberapa warga lainnya yang terpapar melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ungkap Eko kepada Surya

Ia menjelaskan, warga juga telah berkomitmen melakukan pengawasan secara ketat terhadap rumah-rumah warga yang menjalani isolasi mandiri. Kebutuhan dasar seperti makan sehari tiga kali telah diantar warga yang ditugasi bagian logistik.

“Biar disiplin, mereka tidak perlu lagi mencari makan di luar. Kami mendirikan dapur, ibu-ibu RT/RW dengan sukarela bergantian memasak, royong-royong memasak dari warga untuk warga,”jelas mantan KBO Satreskoba Polres Bangkalan itu.  

Eko menegaskan, siapapun yang hendak keluar atau masuk perumahan, wajib mengantongi Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM). “Kami berlakukan one gate system, blokir total sementara semua ‘jalan tikus’ Perumahan Tunjung. Dengan harapan tidak menulari dan tidak tertulari,” pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved