Breaking News:

Berita Kota Mojokerto

Kasus Covid-19 Melonjak 3 Lingkungan di Kota Mojokerto Ditutup dan PPKM Mikro

Tim Satgas Covid-19 Kota Mojokerto kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM) di Lingkungan Pekayon,

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Mohammad Romadoni
Tim Satgas Covid-19 menerapkan PPKM Mikro sekali menutup akses sementara menyusul lonjakan kasus terkonfirmasi positif Virus Corona di Lingkungan Pekayon, Kelurahan/ Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (26/6/2021). 

Reporter : Mohammad Romadoni | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tim Satgas Covid-19 Kota Mojokerto kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM) di Lingkungan Pekayon, Kelurahan/ Kecamatan Kranggan menyusul lonjakan kasus terkonfirmasi positif Virus Corona.

Pembatasan aktivitas dan penutupan sementara akses masuk di lingkungan Pekayon RT 04 RW 01 tersebut akibat puluhan warga terpapar Covid-19 bahkan satu di antaranya satu orang tokoh masyarakat setempat meninggal hasil Swab PCR terkonfirmasi positif Virus Corona.

Kasatpol PP, Heryana Dodik Murtono selaku perwakilan Person In Charge (PIC) Komunikasi Publik Vaksinasi Covid-19 Kota Mojokerto, menjelaskan Tim Satgas Covid-19 melakukan Dinas Kesehatan telah melakukan Tracing lanjutan di Gang Pegayon Baru dan hasilnya 12 orang dari ditujuh rumah dinyatakan positif Covid-19 melalui Swab PCR.

Kondisinya 11 warga positif hasil Swab PCR dengan gejala sedang dan berat menjalani perawatan tersebar di tiga rumah sakit RSUD Prof Dr Wahidin Sudirohusodo, RS Gatoel dan Rumah Sakit Sakinah, Kabupaten Mojokerto.

"Hasil Tracing sebanyak 12 orang dinyatakan positif di satu wilayah RT yang masuk zona merah sehingga kesepakatan
rapat koordinasi hari ini kita tetap penutupan akses di lingkungan tersebut," ungkapnya, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Angka Covid-19 Meningkat, Banyuwangi Fungsikan Kembali Tempat Isolasi Terpusat

Dia menjelaskan lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 setelah seorang warga tokoh masyarakat sakit dan meninggal dunia hasil Swab PCR positif terpapar Virus Corona

"Hasil Swab PCR yang bersangkutan positif karena dia juga imam di mushola dan berobat di bidan setempat kemungkinan pemicu awal dan tempat ibadah di sini kita tutup sementara hingga situasi kondusif," terangnya.

Menurut dia, pihaknya juga melakukan Tracing di Lingkungan Pekayon RT 04 RW 01 yang hasilnya dari 94 warga di antaranya sebanyak 13 positif rapid antigen dan satu anak berusia 11 tahun status OTG menjalani isolasi mandiri di Gang Pekayon Baru.

"Sebanyak 13 orang gejala ringan OTG isolasi mandiri sembari menunggu rumah observasi di rusunawa Cinde karena kondisi penuh (Overloud)," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Pemerintah Daerah telah menyiapkan dapur umum Dinsos Kota Mojokerto untuk menyuplai 235 makanan siap saji bagi warga terdampak Covid-19 di lingkungan tersebut.

"Isolasi mandiri secara pengawasan ketat dan kebutuhan makanan kami menyuplai tiga kali sehari 235 orang warga di Lingkungan RT Pekayon," ucap Dodik.

Berdasarkan data Dinkes Kota Mojokerto ada tiga titik status zona merah yaitu Lingkungan Sidomulyo, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, di Lingkungan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan.

"Kemudian penutupan di Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari akibat ada 15 warga terpapar dan empat di antaranya meninggal terkonfirmasi positif Covid-19," tandasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Pemkot Mojokerto

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved