Berita Malang

Pecahi Telur Gegara Covid-19 Pasar Tutup, Kini Sugeng Kota Malang Sukses Jualan Telur Kuning Asin

Kisah Sugeng Suryanto jualan telur kuning asin mentah melesat di tengah pandemi Covid-19. Sempat bingung gegara pasr tutup.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/SYLVIANITA WIDYAWATI
Sugent Suryanto dengan produk kuning telur asin yang kini diminati pasar sejak pandemi 2020. Pasar produknya meluas dengan pemasaran online, Minggu (27/6/2021). Banyak produk makanan berlabel salted egg membuat ia bisa membuka pasar baru dari produk awal hanya telur asin 

Reporter: Sylvianita Widyawati | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sugeng Suryanto sejak 1992 memproduksi telur asin "SAE".

Pada masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ), dirinya justru menemukan pasar baru.

Ia mengungkap, penjualan telur kuning asin mentah malah melesat.

Sebab kini banyak makanan berbungkus salted egg yang disukai konsumen.

Anaknya pun membantu pemasaran secara online sehingga penjualan di tengah pandemi kian meluas.

"Pada saat pandemi Maret 2020, saya bingung dengan produksi telur asin saya. Harusnya dijual malah mandeg karena banyak pasar tutup," kenang Sugeng, warga Gadang gg 21C/17 Kota Malang, Minggu (27/6/2021) ditemui rumahnya.

Dikisahkannya, saat itu telur asin yang siap dijual akhirnya tertunda sampai satu bulan. 

Baca juga: Pasutri di Trenggalek Raup Jutaan Rupiah Per Bulan, Berkah Olah Gedebok Jadi Keripik Batang Pisang

"Saya bingung. Akhirnya saya pecahi semua telur asin yang sudah siap itu. Yang kuning saya pisah dari putihnya. Dengan harapan, kemungkinan saya pakai buat bahan botok telur asin," katanya. Telur kuning asin mentah itu ia simpan di frozen yang sengaja dibelinya. Tapi dalam perkembangannya, ternyata telur kuning asin bisa dijual di pasar secara secara online. 

Produknya kin bahkan sudah ke resto-resto, rumah makan, pada produksi bubur telur asin, udang telur asin.

"Intinya, produksi makanan yang berbau telur kuning asin banyak peminatnya sehingga dapat respons bagus mulai Juli 2020," jawabnya.

Pemasaran telur kuning asin "SAE" sudah ke berbagai daerah hingga Jakarta. Kini khusus telur kuning asin sudah mencapai 70 persen dari produksinya.

Sedang 30 persennya, ia masih menjual telur asin matang yang juga masuk ke warung/resto. Telur kuning asin yang dijual itu sudah berusia empat minggu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved