Breaking News:

Berita Trenggalek

Buka Muscab Pramuka, Bupati Trenggalek Minta Solidaritas Pramuka Dukung PPKM Mikro

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membuka musyawarah cabang (Muscab) XXI Gerakan Pramuka Kwarcab Trenggalek, Senin (28/6/2021).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat membuka musyawarah cabang (Muscab) XXI Gerakan Pramuka Kwarcab Trenggalek, Senin (28/6/2021). 

Reporter : Aflahul Abidin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEKBupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membuka musyawarah cabang (Muscab) XXI Gerakan Pramuka Kwarcab Trenggalek, Senin (28/6/2021).

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu meminta agar seluruh insan Pramuka di Trenggalek mendukung kebijakan pengetatan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayahnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Trenggalek kembali menerapkan kebijakan PPKM Mikro untuk meminimalisir risiko penularan virus corona.
Terakhir, kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Bupati Trenggalek Nomor: 188.45/61/406/001.0/2021. PPKM Mikro itu berlaku mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

“Apa yang kemudian bisa digalakkan oleh Pramuka, antara lain karena Pramuka punya tepanggilan kemanusian yang salah satu agenda kerja utamanya adalah menyebarkan tentang bagaimana pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” kata Mas Ipin kepada TribunJatim.com.

Solidaritas dalam diri para insan Pramuka, kata dia, juga bisa bermanfaat untuk banyak hal. Salah satunya berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memastikan pemenuhan kebutuhan bagi warga terdampak PPKM Mikro terpenuhi.

“Jadi mari kita dukung kebijakan pemerintah pusat ini. Jangan sampai kemudian di Trenggalek kasusnya meningkat tajam,” ungkapnya.
Setidaknya, Mas Ipin berharap, Kabupaten Trenggalek bisa menekan kasus Covid-19 agar tak membeludak seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.

“Di daerah sekitar, sudah mulai zona merah kembali. Kita di Trenggalek masih zona oranye, tetapi jangan sampai mengendorkan kewaspadaan,” sambungnya.

Baca juga: Bupati Trenggalek Ungkap 4 Fokus Pembangunan 5 Tahun ke Depan

Dalam PPKM Mikro kali ini, Pemkab Trenggalek membatasi kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Izin untuk kegiatan semacam itu tidak akan diberikan untuk sementara waktu.

Sementara kegiatan di sektor esensial masih bisa berjalan seperti biasa.

"Kegiatan jenis ini meliputi pelayanan dasar publik dan yang berhubungan dengan kebutuhan pokok masyarakat,” katanya.

Berita tentang Pramuka

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved