Breaking News:

Berita Jatim

Hasil Rakor Temu Bisnis Jawa Timur-Maluku, Disperindag Jatim: Keduanya Punya Karakter Ekonomi Beda

Hasil rakor temu bisnis Jawa Timur-Maluku, Disperindag Jatim sebut kedua daerah punya karakter ekonomi yang berbeda.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Drajat Irawan saat mengunjungi Maluku dalam rangka menghadiri rakor persiapan temu bisnis Jatim-Maluku, 2021. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rakor persiapan temu bisnis Jawa Timur-Maluku rampung digelar.

Banyak harapan muncul dalam upaya memperluas akses pasar dalam negeri setelah rampungnya rakor tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Drajat Irawan mengatakan, ekonomi Jawa Timur memiliki karakteristik yang berbeda dengan Maluku.

"Jatim didominasi oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Sedangkan Maluku didominasi oleh sektor perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian, dan pariwisata," ujar Drajat kepada TribunJatim.com, Senin (28/6/2021).

Ia menjelaskan, perbedaan karakteristik ini memungkinkan kedua provinsi untuk bekerja sama dan saling mengisi, serta bersinergi untuk mendorong kinerja ekonomi bagi kedua provinsi, yang selanjutnya juga memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional.

Komoditi utama perdagangan antarpulau Jatim yang potensial untuk dikerjasamakan antara lain adalah beras, bawang merah, makanan ringan atau produk UMKM, jagung pipil kering, cabai rawit, daging ayam dan olahan, telur, dan lain-lain.

Sedangkan komoditi utama perdagangan Maluku antara lain adalah arang, cengkeh, jahe merah, pala, kemiri glondong, kopra, kayu manis, kenari, kepiting, rumput laut, dan lobster beku.

Baca juga: Kebutuhan Kendaraan Tampil Trendy Bawa Optimisme Tinggi Pelaku Bisnis Variasi Mobil di Surabaya

Drajat menambahkan, nilai total neraca dagang pada tahun 2020 yang tercatat antara Jatim dan Maluku mencapai Rp 2,67 triliun dengan nilai komoditi dari Jatim ke Maluku senilai Rp 2,43 triliun, sedangkan kontribusi nilai komoditi dari Maluku ke Jatim senilai Rp 251,14 miliar.

Proses kerja sama inilah, yang diharapkan dapat meningkatkan neraca dagang antara kedua daerah.

“Semoga kolaborasi yang dilakukan antara kedua daerah akan meningkatkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah. Selain itu kerja sama antara keduanya bisa menumbuhkan konektivitas dan jejaring antarpelaku usaha untuk saling bertemu dan bersinergi,” pungkas Drajat.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved