Berita Malang

Kejari Kota Malang Tahan Wakasarpras SMKN 10 Kota Malang Terkait Kasus Dugaan Korupsi

Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka dugaan kasus korupsi dana Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) 2019 dan Biaya Penunjang Operasional

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
tribun/kukuh
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Dan Prasarana (Wakasarpras) SMKN 10 Kota Malang, Arif R (37) (memakai rompi oranye) saat dibawa petugas Kejaksaan Negeri Kota Malang menuju Lapas Kelas I Malang, Senin (28/6/2021). 

Reporter: Kukuh Kurniawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka dugaan kasus korupsi dana Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) 2019 dan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) 2019-2020 SMK Negeri 10 Kota Malang bernama Arif R (37), ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Senin (28/6/2021) siang.

Tersangka yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Dan Prasarana (Wakasarpras) SMKN 10 Kota Malang, ditahan petugas Kejaksaan Negeri Kota Malang lalu dibawa ke Lapas Kelas I Malang sekitar pukul 14.00 WIB.

"Hari ini agenda pemeriksaan tersangka. Tesangka diperiksa sejak pukul 09.00 WIB. Selesai diperiksa, tersangka kami lakukan penahanan," ujar Kepala Kejari Kota Malang, Andi Darmawangsa kepada TribunJatim.com, Senin (28/6/2021).

Ia menjelaskan, tersangka datang ke Kejari Kota Malang tanpa didampingi oleh penasehat hukum. Sehingga, pihak Kejari Kota Malang menyediakan penasehat hukum untuk sementara waktu.

"Kehadiran tersangka tidak didampingi oleh penasehat hukum. Oleh karena itu, kami siapkan untuk sementara penasehat hukum bagi tersangka. Karena menjadi kewajiban kami sebagai penyidik apabila melakukan pemeriksaan, tersangka wajib didampingi oleh penasehat hukum," jelasnya.

Tersangka Arif R ditahan selama 10 hari. Terhitung mulai Senin (28/6/2021) hingga Rabu (7/7/2021).

Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun. Setelah melakukan penahanan tersangka, kami akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Selain itu, dia diduga kuat melakukan kerjasama dengan tersangka sebelumnya (kepala sekolah SMKN 10 Kota Malang, Dwidjo Lelono) untuk  mencari perusahaan yang bisa dipinjam namanya," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi ini.

"Kami lihat nanti perkembangannya, apakah ada pihak-pihak yang terlibat lagi. Tidak menutup kemungkinan, akan ada tersangka baru lagi," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SMKN 10 Kota Malang Dwidjo Lelono yang sebelumnya telah ditetapkan menjadi tersangka, menjalankan aksi korupsinya dengan mengerjakan sendiri proyek pembangunan di SMKN 10 Kota Malang.

Tersangka Dwidjo meminjam 11 nama perusahaan rekanan sebagai pihak ketiga pembangunan.

Namun, 11 perusahaan rekanan tersebut tidak melakukan pekerjaan apapun.

Mereka hanya diberi kompensasi sebesar 2,5 persen dari setiap proyek. Dan semua pengerjaan proyek di SMKN 10 Kota Malang, dikerjakan sendiri oleh tersangka Dwidjo dan orang kepercayaannya.

Setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut, Kejari Kota Malang menemukan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

Tersangka bernama Arif R (37), yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Dan Prasarana (Wakasarpras) SMKN 10 Kota Malang.

Selain itu tersangka Arif R, juga menjabat sebagai Kepala Revitalisasi, serta Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa pada tahun 2019-2020. 

Total kerugian negara, atas dugaan kasus korupsi dana BA BUN 2019 dan BPOPP 2019-2020 yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Wakasarpras SMKN 10 Kota Malang itu adalah sekitar Rp 1 miliar lebih.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved