Breaking News:

Berita Kota Batu

Waspada, Peningkatan Kasus Penularan Covid-19 di Kota Batu Capai 900 Persen

Waspada, peningkatan kasus penularan Covid-19 di Kota Batu capai 900 persen. Sebagian besar berasal dari kontak erat keluarga pasien.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca ke pedagang Pasar Besar Kota Batu, 2021. 

Reporter: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Peningkatan jumlah kasus baru positif Covid-19 (virus Corona) dalam periode 15 hingga 27 Juni 2021 di wilayah Kota Batu tercatat sebesar 900 persen.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Oni Ardianto menjelaskan, dalam keterangan resmi yang dikeluarkan, penambahan jumlah kasus baru sebagian besar berasal dari kontak erat keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Peningkatan rasio tempat tidur isolasi dalam periode tersebut tercatat sebesar 173 persen, sedangkan peningkatan rasio tempat tidur ICU tercatat sebesar 122 persen. Apabila ditinjau dari 14 indikator bersatu lawan Covid-19, kondisi Kota Batu pada pekan ini skor 2,19 termasuk zona oranye atau wilayah dengan status risiko sedang,” ujar Oni dalam keterangan tertulis, Senin (28/6/2021).

Per 28 Juni 2021, perkembangan kasus Covid-19 di wilayah Kota Batu bertambah 10 orang menjadi 1612. Sedangkan jumlah kesembuhan kumulatif ada sebanyak 11 orang sehingga total yang sembuh mencapai 1414 orang.

Sementara jumlah kematian bertambah 1 orang menjadi 148. Kasus aktif di Kota Batu berkurang 2 orang menjadi 51 orang.

Oni meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. Saat ini, kasus sedang meningkat sehingga kewaspadaan masyarakat untuk menekan potensi penularan sangat diandalkan.

“Ya kasusnya memang meningkat saat ini. 900 persen tersebut berdasarkan kenaikan terkonfirmasi dari pertambahan kasus harian. Dari 1 kasus menjadi 10 kasus baru per hari,” terangnya.

Imbauan Pemkot Batu antara lain meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan 5M yakni memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas. Baik secara pribadi maupun di lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja dan tempat ibadah.

Baca juga: DPRD Kota Batu Usulkan Program Konsumsi Apel untuk Pelajar ke Dinas Pendidikan

“Kami juga mengajak peran tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menjadi contoh penerapan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing. Selain itu juga menggencarkan vaksinasi Covid-19 sesuai gilirannya,” paparnya.

Anggota DPRD Kota Batu, Didik Machmud menilai, jika Kota Batu masuk kategori zona merah, maka Pemkot Batu harus bisa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara maksimal. Didik mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro sudah dianggap tidak begitu berdampak bagi sebagian besar masyarakat.

Didik juga mengingatkan agar mobilitas dan penjarakan di masyarakat dapat diantisipasi. Terutama di pasar dan Alun-alun Kota Batu. Di Alun-alun Kota Batu, masyarakat tidak menjaga jarak. Selain itu, juga ada yang tidak mengenakan masker. Didik meminta agar Pemkot Batu bisa responsif terhadap kondisi itu di tengah lonjakan kasus.

“Ada dua lokasi yang menjadi perhatian. Satu adalah pasar, kedua adalah Alun-alun Kota Batu. Ketika di alun-alun, istilah jaga jarak itu sulit. Ini menjadi PR utama,” terang Didik.

Berita tentang Kota Batu

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved