Breaking News:

Berita Trenggalek

Ini Rencana Bunda PAUD Trenggalek Jika Pembelajaran Tatap Muka Diundur

pembelajaran tatap muka di Kabupaten Trenggalek berpotensi diundur apabila ada peningkatan kasus Covid-19

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Aflahul Abidin
Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek Novita Hardini saat mendatangi kegiatan simulasi pembelajaran tatap muka di salah satu lembaga PAUD di Trenggalek. 

Reporter : Aflahul Abidin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Trenggalek berpotensi diundur apabila ada kenaikan kasus Covid-19 yang signfikan di wilayah tersebut.

Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek Novita Hardini Mochamad mulai menyiapkan strategi kedua apabila opsi itu benar-benar diambil tim Satgas Covid-19 setempat.

Dalam beberapa bulan terakhir, Novita tengah gencar-gencarnya mendorong pembelajaran tatap muka dengan standar protokol kesehatan (prokes) untuk tingkat PAUD dan TK.

Ia telah mendatangi belasan hingga puluhan lembaga PAUD di Trenggalek untuk menggelar simulasi pembelajaran model itu.

“Namun bila keadaan memang tidak memungkinkan dan pembelajaran tatap muka harus diundur lagi, kami berencana membuat pembelajaran daring (dalam jaringan) yang diberikan setiap lembaga pendidikan bisa berjalan lebih efektif,” kata Novita, Selasa (29/6/2021).

Pihaknya akan menilik ulang bagaimana pembelajaran daring untuk tingkat PAUD selama ini berjalan. Nah, dari sana, akan dirumuskan kekurangan-kekurangan sehingga pembelajaran via daring bagi PAUD bisa lebih maksimal.

“Intinya, dengan kondisi yang demikian, kami ingin membangun manajemen pembelajaran daring yang optimal bagi setiap lembaga pendidikan di PAUD yang ada di Kabupaten Trenggalek,” ungkapnya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Soal Pembelajaran Tatap Muka, Dinas Pendidikan Trenggalek Masih Tunggu Keputusan Satgas

Istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin itu mengatakan, banyak orang tua murid di tingkat PAUD yang menginginkan anaknya kembali ke sekolah setelah lebih dari setahun belajar di rumah.

Hal itu ia dengar dari beberapa orang tua murid yang ia temui ketika mengunjungi beberapa lembaga PAUD untuk menggelar simulasi.
Namun, ia menekankan pentingnya pemahaman soal kesehatan. Varian virus coroan yang baru memiliki kemampuan menular yang lebih cepat.

Masuknya virus varian baru ini di Jawa Timur harus diantisipasi dengan semaksimal mungkin bagi warga Trenggalek.

“Saya selalu memperjuangkan agar bagaimana pembelajaran tatap muka ini bisa berjalan. Tapi jika tidak memungkinkan karena munculnya virus baru varian Delta di Indonesia, kita harus siap dengan second plan,” pungkasnya.

Berita tentang Bunda Paud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved