Breaking News:

Berita Blitar

Soal Pembelajaran Tatap Muka, Dinas Pendidikan Trenggalek Masih Tunggu Keputusan Satgas

Kondisi Covid-19 yang meningkat dalam beberapa waktu belakangan di Indonesia membuat rencana pembelajaran tatap muka di Kabupaten Trenggalek terganggu

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
afla
Simulasi pembelajaran tatap muka di Kabupaten Trenggalek. 

Reporter : Aflahul Abidin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kondisi pendemi Covid-19 yang meningkat dalam beberapa waktu belakangan di Indonesia membuat rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Trenggalek ikut terganggu.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek setempat sebelumnya yakin akan menggelar pembelajaran tatap muka pada awal tahun ajaran 2021/2022, Juni mendatang.

Namun kini, rencana itu masih ditimbang kembali. Disdikpora mulai hari ini, Selasa (29/6/2021), hingga beberapa hari ke depan akan menggelar rapat intensif dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Trenggalek.

Kepala Disdikpora Kabupaten Trenggalek Totok Rudijanto mengatakan, pihaknya masih berupaya agar pembelajaran tatap muka tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP sederajat bisa digelar pada Juli mendatang.

Namun, kondisi Covid-19 akan sangat menentukan keputusan diadakan atau tidaknya pembelajaran di ruang kelas itu.
Keputusan pasti soal digelar atau tidaknya pembelajaran tatap muka akan dibahas dalam rapat berkelanjutan tersebut.

“Mudah-mudahan sebelum tanggal 12 sudah bisa dipastikan pembelajaran tatap muka digelar atau tidak. Kami patuh terhadap keputusan dari Satgas Covid nanti,” kata Totok kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Jatim Dimulai Juli, Gubernur Khofifah Minta Sekolah Bentuk Satgas Covid-19

Pihaknya sebenarnya tengah berupaya semaksimal mungkin agar pembelajaran tatap muka bisa terlaksana sesuai rencana. Sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan (prokes) di tiap lembaga pendidikan dan sekolah juga sudah siap.

Selain itu, mayoritas guru dan tenaga kependidikan juga sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

“Dari total sekitar 8 ribu guru dan tenaga kependidikan, sudah lebih dari 90 persen yang tervaksin. Yang belum itu adalah mereka yang ketika screening tidak lolos, seperti ada penyakit penyerta, hipertensi, dan lainnya,” sambung Totok.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved