Breaking News:

Berita Trenggalek

Bupati Mas Ipin Promosi Investasi Jahe Merah Trenggalek: Dijamin Anti Pom-pom Ala Cuitan Elon Musk

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mempromosikan investasi budidaya jahe merah di Kabupaten Trenggalek

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melihat lokasi produksi jahe merah di Kecamatan Pule yang BUMDesma-nya bekerja sama dengan perusahaan jamu, Kamis (2/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK– Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mempromosikan investasi budidaya jahe merah di Kabupaten Trenggalek.

Investasi itu menggandeng Perusahaan Fintech iGrow dengan membuka peluang bagi para investor untuk turut andil mendanai pengembangan jahe merah di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menjelaskan, menginvestasikan dana yang ada pada pengembangan pertanian jahe merah di Trenggalek tergolong aman.

Bahkan dalam skema itu, investasi pendanaan budidaya jahe merah diklaim dapat memberi keuntungan sebesar 18 persen per tahun.

“Dijamin anti pom-pom ala cuitan Elon Musk,” seloroh Mas Ipin, pada unggahan akun Twitternya @nma_______.

Seperti diketahui, pendiri Tesla Elon Musk beberapa kali membuat harga mata uang digital alias cryptocurrency naik-turun. Lewat cuitannya di Twitter, ia beberapa kali melambungkan dan menenggelamkan nilai mata uang digital Bitcoin, Dogecoin, dan mata uang kripto lainnya.

Baca juga: Ponorogo Geger, Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Sang Pacar Sempat Telepon Polisi

Dalam deskripsi di situs iGrow, skema investasi terbuka itu diinisiasi oleh beberapa pihak. Antara lain PT Sari Bumi Niaga yang merupakan entitas usaha yang mewadahi para petani jahe merah di Kecamatan Pule.

Selain itu, ada juga PT Bintang Toedjoe yang berdasarkan perjanjian kerja sama akan menyerap hasil panen para petani jahe merah di Pule.

Termasuk juga Pemkab Trenggalek yang menginisasi pengembangan budidaya jahe merah itu di tiga desa, yakni Pake, Pule, dan Jombok.

Mas Ipin berharap, pengembangan budidaya jahe merah akan meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah itu. Ia juga optimistis, kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, perusahaan nasional, dan perusahaan teknologi akan mendorong budidaya itu lebih maju dan modern.

“Berkali-kali saya menekankan bahwa untuk membawa Trenggalek menjadi jauh lebih baik, butuh kolaborasi. Dan ini salah satu bentuk kolaborasi antar banyak pihak di bidang pertanian di Trenggalek,” ungkapnya.

Berdasarkan deskripsi di situs iGrow, warga bisa turut berkontribusi pada pendanaan budidaya jahe merah di Trenggalek dengan nominal Rp 2,5 juta per unit. Nilai itu setara dengan 167 kilogram (kg) jahe merah.

“Jangka waktu proyek ini selama 1 tahun dengan proyeksi margin keuntungan sebesar 18 persen per tahun yang akan dibagikan bersamaan dengan pengembalian pokoknya,” tulis deskripsi di situs iGrow. (fla)

Kumpulan berita Trenggalek terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved