Breaking News:

Berita Nganjuk

Kinerja Disorot Fraksi DPRD Nganjuk, Plt Bupati Akui Ada Kinerja OPD Belum Optimal

Kinerja disorot fraksi DPRD Nganjuk, Plt Bupati Marhaen Djumadi akui ada kinerja OPD yang masih belum optimal.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat ditemui Tribun Jatim Network, Selasa (29/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk memberikan jawaban atas sorotan kinerja yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Nganjuk.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk tahun 2020.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menjelaskan, ada sejumlah kinerja pemkab yang dirasa masih belum optimal. Di antaranya ada di sektor industri perdagangan, tenaga kerja, dan pariwisata.

Hal itu mengakibatkan adanya peningkatan angka pengangguran dari sekitar 3,32 persen naik menjadi 4,2 persen. Itu berarti ada peningkatan angka pengangguran karena pandemi Covid-19 (virus Corona) yang multiplier efeknya ke berbagai sektor. Termasuk angka kemiskinan yang saat ini juga naik yaitu mencapai 11,62 persen.

"Tentunya ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk dilakukan upaya perbaikan melalui sejumlah target kinerja," kata Marhaen Djumadi, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Nganjuk yang digelar secara virtual, Selasa (29/6/2021).

Terkait pengisian jabatan di Pemkab Nganjuk, dikatakan Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk akan segera melakukan open bidding (lelang terbuka) untuk eselon II, sedangakan untuk eselon 3 dimungkinkan nanti akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Jadi untuk kepentingan pengisian pejabat, Pemkab Nganjuk sudah mempersiapkan pengisian dengan melakukan lelang terbuka sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Marhaen Djumadi.

Baca juga: Hari Keluarga Nasional 2021, Pencegahan Stunting Jadi Fokus Perhatian Pemkab Nganjuk

Untuk dana refocusing pandemi Covid-19, ungkap Marhaen Djumadi, pada tahun lalu mencapai sekitar Rp 279 miliar yang terbagi ke dalam tiga pos alokasi anggaran. Yakni untuk dana kesehatan, untuk pemulihan ekonomi, dan untuk sosial. Sementara untuk tahun ini dana refocusing pandemi Covid-19 menurun menjadi sekitar Rp 87 miliar.

"Tentunya dengan ikhtiar bersama-sama alokasi dana refocusing tersebut diharapkan bisa mencukupi, meski harus terus dilakukan update dari perkembangan kasus Covid-19 itu sendiri," ujar Marhaen Djumadi.

Semantara Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, dalam rapat paripurna tersebut ada beberapa pertanyaan dan masukan dari fraksi-fraksi DPRD Nganjuk. Salah satu pertanyaan dari fraksi DPRD yang banyak diangkat yakni terkait pengisian jabatan mulai dari eselon II sampai seterusnya.

"Ini dikarenakan yang kemarin dinilai kegiatan pengisian pejabat tidak sesuai dengan job-nya. Dan ke depan hal semacam itu jangan sampai terulang kembali. Semoga komunikasi yang baik dan komitmen tetap bisa terjalin, sehingga terkait dengan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Nganjuk benar–benar sesuai dengan keinginan masyarakat secara umum," tutur Tatit Heru Tjahjono.

Berita tentang Kabupaten Nganjuk

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved