Berita Malang

Mia Trisanti Diduga Gelapkan Pembelian Bahan Makanan Restoran Nine House Kitchen Alfresco

Hingga sekarang, kasus antara Nine House Kitchen Alfresco dengan karyawannya yang bernama Mia Trisanti (38) terus berlanjut

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Stakeholder Nine House dan Nine House Kitchen Alfresco, Chef Chandra Yudasswara saat memberikan keterangan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (29/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Hingga sekarang, kasus antara Nine House Kitchen Alfresco dengan karyawannya yang bernama Mia Trisanti (38) terus berlanjut.

Saat ini, laporan Nine House Kitchen Alfresco atas dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Mia Trisanti (sebelumnya diinisial MT) telah naik ke tahap penyidikan Satreskrim Polresta Malang Kota.

Stakeholder The Nine dan Nine House Kitchen Alfresco, Chef Chandra Yudasswara menjelaskan secara detail, kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Mia Trisanti.

Pihaknya menemukan adanya kejanggalan pada laporan keuangan kebutuhan belanja bahan makanan Nine House Kitchen Alfresco selama periode Maret 2021 hingga Juni 2021.

"Jadi, kami temukan ketidakwajaran food and beverage cost. Dari situ, kami lakukan audit yang mendalam. Dan kami menemukan kejanggalan ketidakwajaran yang sangat luar biasa," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (29/6/2021).

Akhir Mei 2021, dugaan ketidakwajaran itu mengarah kepada Mia Trisanti, yang bekerja sebagai pegawai bagian purchasing Nine House Kitchen Alfresco.

"Saya sudah menyerahkan bukti dan keterangan saksi kepada pihak berwajib, dalam hal ini penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota," tambahnya.

Disinggung mengenai berapa nilai kerugian yang dialami dari dugaan kasus penggelapan tersebut, Chef Chandra Yudasswara hanya menjawab secara singkat.

"Terkait hal itu, pihak berwajib yang menjawab dugaan (nilai kerugian) ini," terangnya.

Baca juga: Bantu Korban Selamat KMP Yunicee, Pemkab Banyuwangi Bebaskan Biaya Perawatan

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo membenarkan, bahwa pihaknya telah menaikkan dugaan kasus penggelapan tersebut ke tahap penyidikan.

"Benar, kami telah naikkan status dugaan kasus penggelapan tersebut dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Saat ini, kami masih terus lanjutkan prosesnya," jelasnya kepada TribunJatim.com, Rabu (30/6/2021).

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved