Breaking News:

Berita Sidoarjo

Pasien Covid-19 Meningkat, Penggali Kubur di Sidoarjo Malah Keluhkan 7 Bulan Honor Belum Cair

Pasien Covid-19 meningkat, penggali kubur di Sidoarjo malah keluhkan 7 bulan honor mereka belum cair.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Taufik
Aktivitas pemakaman di Kompleks Makam Delta Praloyo Sidoarjo. Tukang gali kubur di sana mengeluh, sudah tujuh bulan honornya belum cair, Rabu (30/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Seiring meningkatnya penyebaran Covid-19 (virus Corona) di Sidoarjo, belakangan ini jumlah warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 dan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Delta Praloyo juga semakin banyak.

Saban hari, rata-rata ada lima sampai sembilan jenazah.

Para penggali kubur di kompleks makam milik Pemkab Sidoarjo itupun harus bekerja ekstra untuk memakamkan jenazah yang terus berdatangan. Tapi honor pekerjaan yang menjadi hak mereka justru nunggak sampai tujuh bulan.

“Di sini ada lima petugas penggali kubur, dan dua orang yang biasa ikut membantu proses pemakaman. Sehari kadang ada sembilan jenazah, kadang juga sampai 15 jenazah,” kata Sukoyo, penggali kubur di kompleks pemakaman yang berada di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo tersebut, Rabu (30/6/2021).

Untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19, mereka memang mendapat honor khusus. Besarannya Rp 1 juta setiap orang untuk satu lubang. Honor itu biasanya dibayar oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Pemkab Sidoarjo selaku pihak yang mengelola makam tersebut.

“Tapi sudah lama belum dibayar ini. Sudah tujuh bulan, honor kami belum cair. Dan kami tidak tahu juga kenapa, tidak jelas,” keluhnya diamini para tukang gali kubur lainnya.

Kendati honornya nunggak cukup lama, para penggali kubur itu tetap bekerja. Ketika jumlah jenazah datang banyak, mereka juga harus bekerja lebih keras.

Terkadang, sejak pagi buta sampai tengah malam, mereka terus berada di area makam untuk melakukan penggalian hingga pemakaman jenazah. Utamanya ketika Covid-19 sedang tinggi di Sidoarjo beberapa waktu lalu, dan ketika kembali naik beberapa waktu belakangan ini.

“Tidak punya pekerjaan lain. Nyambi juga tidak sempat, wong kadang pemakaman pagi sampai malam karena jenazah terus berdatangan,” imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved