Berita Bondowoso

Sejumlah OPD di Bondowoso Terapkan WFH, BKD Pastikan Pelayanan untuk Masyarakat Tak Terganggu

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso menerapkan WFH atau bekerja dari rumah, BKD pastikan pelayanan untuk masyarakat tak terganggu.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Danendra Kusuma
Dinas Kesehatan Bondowoso terapkan lockdown, Kamis (24/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Angka kasus positif Covid-19 (virus Corona) di Bondowoso merangkak naik.

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso saat ini menerapkan work from home (WFH/bekerja dari rumah).

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, Apil Sukarwan, mengatakan OPD yang memberlakukan WFH, di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).

Lalu, Sekretaris Daerah (Setda), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bapenda, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta beberapa kantor kecamatan.

"Dari total 57 OPD diperkirakan 25 persennya telah menerapkan WFH," katanya, Rabu (30/6/2021).

Ia menyebut, jumlah pegawai yang masuk kerja saat penerapan WFH berlangsung bergantung kebijakan masing-masing OPD.

Walhasil, antar OPD jumlahnya tidak sama. Hal tersebut diperbolehkan asal dilaporkan terlebih dahulu dengan Bupati Bondowoso, Salwa Arifin.

Baca juga: BOR ICU RSU Dr Koesnadi Bondowoso Masuk Zona Hitam, Tingkat Keterisiannya 100 persen

"Ada yang 50:50, ada yang 30:70. Tidak masalah selama itu disampaikan kepada bupati dan wabup, Satgas Covid-19, serta BKD. Karena berkaitan dengan e-Kinerja," urainya.

Pegawai yang WFH, lanjut Apil, harus melampirkan tugas dan dilaporkan ke atasan melalui aplikasi e-Kinerja.

Tak hanya itu, setiap akhir bulan mereka diminta melaporkan output kinerjanya melalui aplikasi serupa. Selanjutnya dikirimkan Badan Kepegawaian Daerah setiap hari lewat email.

"Kemudian perihal absennya yang biasa pakai faceprint, mereka lakukan dengan mengunggah jadwal kerja yang ditandatangani kepala perangkat daerah ke aplikasi Sinka," terangnya.

Ia menyebut, jangka waktu pelaksanaan WFH masih belum dipastikan.

Sebab, masih akan dibicarakan bersama di tim Satgas Covid-19 kabupaten.

Sementara, pegawai yang WFH bakal dipantau kesehatannya secara berkala.

"Kami memastikan bahwa pelayanan masyarakat tak boleh terganggu. Pelayanan tetap harus jalan terus," pungkasnya.

Berita tentang Bondowoso

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved