Berita Malang

Tertipu Arisan Dan Investasi Online, 12 Korban Buat Aduan Ke Polresta Malang Kota

Korban penipuan arisan dan investasi online yang berjumlah sebanyak 12 orang, mendatangi Polresta Malang Kota, Rabu (30/6/2021) siang

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Dua korban penipuan saat menunjukkan bukti transfer ke pengelola arisan dan investasi online yang berinisial NA, Rabu (30/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Korban penipuan arisan dan investasi online yang berjumlah sebanyak 12 orang, mendatangi Polresta Malang Kota, Rabu (30/6/2021) siang.

Mereka datang ke Polresta Malang, karena telah tertipu arisan dan investasi online hingga belasan juta rupiah. Dan ke 12 korban itu, mengadukan pengelola arisan dan investasi online yang berinisial NA.

Salah satu korban, AJ (21) mengaku tertipu Rp 2,5 juta saat mengikuti arisan dan investasi online itu pada bulan Juni 2021.

"Saya investasi Rp 2,5 juta, dijanjikan balik menjadi Rp 3 juta dalam lima hari. Tapi mulai tanggal 25 Juni, pengelola arisan sudah tidak bisa dihubungi lagi," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dirinya mengaku, berinvestasi di arisan dan investasi online itu mulai bulan April 2021 atas ajakan temannya. Namun, selama itu tidak ada masalah dan selalu mendapat keuntungan.

"Di awal memang pengelola arisan ini meyakinkan sekali. Tapi minggu kemarin, uang saya tidak kembali. Akhirnya, banyak juga yang merasakan hal sama," jelasnya.

AJ juga menerangkan, tak pernah bertemu dengan NA. Meski sama-sama ada di Malang.

Total korban yang masuk dalam list penipuan arisan dan investasi online itu berjumlah 50 orang dengan total kerugian Rp 1,5 miliar.

Tempat tinggal korban juga beragam, selain Malang juga ada di Yogyakarta, Tangerang, serta Medan.

"Jadi di grup arisan dan investasi online itu, banyak member nya sampai ratusan. Teman-teman sempat mengecek ke rumahnya NA. Ternyata NA tidak ada, jadi kami sepakat untuk  membuat aduan sekarang," tambahnya.

Selain AJ, korban lain adalah IH (28). Dirinya merugi hingga Rp 12,6 juta.

IH menceritakan awalnya investasi pada bulan April 2021. Ia juga mengaku tidak ada masalah selama ini, karena selalu mendapat keuntungan dari arisan dan investasi online yang dilakukan oleh NA.

Perlu diketahui, IH dan NA berkenalan pada tahun 2019, karena sering membeli baju dagangan NA melalui media sosial.

"Saya tahu ada arisan itu per Januari 2021. Awalnya saya ambil satu slot, dengan investasi Rp 1,4 juta dan ada untungnya. Jadi saya ikut terus, karena saya putar uangnya untuk modal bisnis jualan saya," jujur wanita asal Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini.

Baca juga: Mengintip Ruangan di Rutan Surabaya yang Bikin Napi Berpikir Dua Kali Lakukan Kesalahan di Rutan

Terakhir pada tanggal 26 Juni 2021, ia seharusnya mendapatkan Rp 20 juta dari Rp 12,6 juta yang sudah disetorkan melalui transfer rekening. Namun, NA tidak ada kabar dan IH merasa ditipu.

"Saya merasa ada yang janggal, karena ada laporan teman-teman juga mengalami hal yang sama. Jadi teman-teman istilahnya sudah capek," terangnya.

Namun sayangnya, aduan IH tidak diterima Polresta Malang Kota karena lokasi transfer ke NA berada di Kabupaten Malang. Sehingga IH diarahkan ke Polres Malang.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved