Breaking News:

PJT I Keruk Sedimen yang Mengendap di Bendungan Sengguruh di Kabupaten Malang

Memasuki musim kemarau, Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan penggelontoran sedimen atau flushing di Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/AULIA FITRI HERDIANA
Kondisi air sungai usai melewati Bendungan Sengguruh yang akan menuju Waduk Sutami. 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Memasuki musim kemarau, Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan penggelontoran sedimen atau flushing di Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang. Kegiatan pemeliharaan waduk itu dilakukan untuk memperpanjang usia guna bendungan.

Proses flushing dilakukan selama enam hari. Terhitung mulai 26 Juni 2021 lalu dan berakhir hari ini, Kamis 1 Juli 2021.

Guna mengoptimalkan penggelontoran sedimen yang berwujud lumpur dan pasir, PJT I menurunkan empat alat berat amphibious excavator long arm. Flushing kali ini ditargetkan dapat menggelontor 200 hingga 250 ribu meter kubik sedimen.

Untuk bisa mengimbangi sedimen yang masuk ke waduk, tidak cukup jika hanya mengandalkan kapal keruk. Dari evaluasi flushing sebelumnya, kegiatan ini dinilai cukup efektif menambah kapasitas waduk hingga 250 meter kubik dalam waktu relatif singkat

Direktur Operasional PJT I, Gok Ari Joso Simamora menjelaskan, daya tampung air Bendungan Sengguruh memang telah mengalami penurunan cukup drastis akibat sedimentasi.

"Pada Awal beroperasi di tahun 1989, kapasitas tampungan Bendungan Sengguruh mencapai 21,5 juta meter kubik. Namun karena posisinya yang berada paling hulu di sistem Brantas, maka bendungan ini menerima sedimen dan sampah dengan volume yang cukup tinggi tiap tahunnya," katanya, Kamis (1/7/2021).

Laju sedimentasi Sengguruh saat ini telah mencapai 1,1 juta meter kubik per tahun. Ini mengakibatkan kapasitasnya turun dan hanya menyisakan 5-6 persennya atau sekitar 900 ribu meter kubik.

Baca juga: Tiga Fungsi Penting Bendungan Sengguruh Malang Ini Masih Terhambat Problem Sampah

Ia menambahkan, luas daerah tangkapan air Waduk Sengguruh 1.659 Km persegi mencakup Kota Batu, Kota Malang, dan sebagian Kabupaten Malang.

"Aktivitas manusia yang semakin meningkat pasti membutuhkan ruang, ini menyebabkan berkurangnya areal hutan di hulu. Bertambahnya areal pertanian dan pemukiman menyebabkan laju erosi di hulu meningkat dan berakhir menjadi sedimentasi di Bendungan Sengguruh ini," terang Simamora.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved