Breaking News:

Berita Surabaya

PPKM Darurat, IKAPPI Jatim Keberatan Pasar Tradisional Tutup Jam 8 Malam

PPKM Darurat di Jawa dan Bali resmi akan diterapkan per tanggal 3 Juli 2021 oleh Pemerintah Pusat.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/fikri
(kiri) Ketua Ikkapi Jatim, Agus Susilo saat menghimbau para pedagang dan pengunjung pasar tradisional di Surabaya agar selalu menerapkan prokes ketat. 

Reporter: Fikri Firmansyah I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PPKM Darurat di Jawa dan Bali resmi akan diterapkan per tanggal 3 Juli 2021 oleh Pemerintah Pusat.

Dalam aturan PPKM Darurat sendiri untuk pasar tradisional yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen).

Menanggapi hal tersebut Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Jatim merasa keberatan terhadap aturan jam operasional-nya saja.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Ikkapi Jatim, Agus Susilo.

"Kami sudah mengetahui aturan PPKM Darurat ini, yang kami permasalahkan adalah perihal jam operasionalnya saja. Terkait hal ini kami tentu keberatan," ujar Agus saat ditemui TribunJatim.com di Surabaya, Kamis (1/7/21).

Agus menjelaskan, di Jatim ini banyak jenis pasar tradisional malam.

Bahkan, sekalipun bukan kategori pasar tradisional malam, namun para pedagannya banyak juga yang baru buka lapak malam.

"Sehingga, jika tutup jam 8 malam, mereka yang mulai berjualan saat jam malam pun pastinya sia-sia," imbuhnya.

Dia mencontohkan, biasanya pedagang yang membuka lapak pada jam malam itu, start jam 6 atau sehabis maghrib.

Kemudian untuk mempersiapkan dan merapikan dagangan yang akan dijualnya diperlukan waktu sejaman.

"Bisa dibilang mereka (pedagang jam malam) baru siap jualan jam 7an. Nah kalau tutup jam 8 malam, sia-sia dong kalau mereka buka lapak. Capek-capek buka lapak serta belum dapat pelanggan terus tutup jam 8, lah buat apa terus buka lapak," jelasnya.

Berkaca dari kondisi tersebut, lebih lanjut Agus mengatakan, pihaknya berharap agar Pemerintah khususnya Pemprov Jatim bisa mengerti keadaan dilapangan yang dialami sendiri oleh pedagang pasar maupun pedagang kaki lima.

"Kami harapkan Pemprov Jatim bisa mengkaji ulang aturan jam 8 malam untuk Pasar Tradisional. Kami sangat mohon agar jam operasional untuk Pasar Tradisional bisa sampai jam 10 malam selama PPKM Darurat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved