Breaking News:

Berita Malang

Pemkab Malang Berlakukan PPKM Darurat, Simak Skema Pelaksanaannya

Skema-skema PPKM Darurat telah disusun Pemerintah Kabupaten Malang. Sebagaimana pada kegiatan pembatasan sebelumnya, Bupati Malang, Muhammad Sanusi be

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang, Muhammad Sanusi, Senin (4/1/2021). 

Reporter: Erwin Wicaksono I Editor: Ndaru Wijayanto

SURYAMALANG.COM, MALANG -  Skema-skema PPKM Darurat telah disusun Pemerintah Kabupaten Malang.

Sebagaimana pada kegiatan pembatasan sebelumnya, Bupati Malang, Muhammad Sanusi berkomitmen memutus penyebaran Covid-19.

"Pastinya kerumunan dalam bentuk apapun kami larang. Harus menjaga Physical distancing atau jaga jarak," terang Sanusi ketika dikonfirmasi.

Kata Sanusi, Pemkab Malang  kembali melakukan koordinasi dengan tiga kepala daerah di Malang Raya selama penerapan PPKM Darurat yang dulunya punya istilah PSBB itu.

"Bersama-sama kita rumuskan terkait pengamanan PPKM Darurat Covid-19 di Malang Raya," terang politisi PDIP ini.

Selain itu, Sanusi menegaskan tempat pariwisata tak ditutup pada masa PPKM Darurat.

"Skemanya hanya dikurangi kapasitasnya dan mungkin hanya menjadi 25 persen," paparnya.

Jika pada tiga hari pertama PPKM tidak ada penurunan angka Covid-19 secara signifikan, Pemkab Malang akan menggelar operasi yustisi patuh protokol kesehatan. PPKM Darurat Covid-19 akan dilakukan mulai 3-20 Juli 2021 mendatang.

"Dandim, Kapolres, bersama Kejaksaan dan Satpol PP akan melakukan operasi di tempat-tempat yang telah ditentukan. Kami melakukan sosialisasi pemberlakuan PPKM Darurat Covid-19 tersebut melalui pengeras suara, agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan," jelas Sanusi.

Selain itu, Sanusi menyebut tak menutup kemungkinan adanya penyekatan di wilayah Malang Raya.

"Penyekatan rencananya dilakukan antara Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Jadi tiga kepala daerah sudah kesepakatan melakukan yang terbaik untuk menangani Covid-19 ini,” ujar Sanusi.

Pada sektor kegiatan beribadah, Sanusi menegaskan akan melakukan pembahasan lebih lanjut.

“Seperti tempat ibadah dilihat dulu, nanti kami akan bahas. Tapi kalau fasilitas umum tutup. Intinya physical distancingnya harus tetap dilakukan,” tutup Sanusi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved