Breaking News:

Berita Gresik

Tingkatkan Kemandirian Warga, SIG Melatih Ibu-ibu Menjahit untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga Mandiri

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali memberikan pelatihan menjahit pakaian wanita dan anak kepada Ibu-ibu di sekitar perusahaan, khususnya

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Sugiyono
MENJAHIT - GM CSR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG), Edy Saraya (baju batik) menyerahkan bantuan mesin jahit kepada warga Kelurahan Sidomoro, Jumat (2/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali memberikan pelatihan menjahit pakaian wanita dan anak kepada Ibu-ibu di sekitar perusahaan, khususnya di Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas,  Kabupaten Gresik, Jumat (2/7/2021). Selain itu, peserta pelatihan juga diberi mesin menjahit. 

General Manager of Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG), Edy Saraya, mengatakan, sejalan dengan  kebijakan CSR SIG yang memprioritaskan program pemberdayaan, maka peningkatan ekonomi masyarakat terutama masyarakat sekitar pabrik di Gresik menjadi fokus perhatian perusahaan. 

Ditengah pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, Semen Indonesia melalui Program SIG Mandiri sebagai bagian dari program CSR, menyelenggarakan pelatihan menjahit pakaian wanita dan anak. Hal ini supaya hasil dari pelatihan bisa segera dirasakan. Sebab, banyak masyarakat yang membutuhkan tukang jahit. Baik menjahit masker, baju sekolah dan pakaian anak-anak. 

"Harapan kami, dari pelatihan ini terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, masyarakat dan meluas ke tingkat Kabupaten sampai ke tingkat nasional. Harapannya, kebutuhan menjahit pakaian itu di sini (Kelurahan Sidomoro). Ibaratnya,  one stop cervise ini untuk menjahit seluruh pakaian ya di Gresik," kata Edy Saraya, saat di Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Baca juga: Sayap Partai Mencak-mencak Pengurus PPP Jatim Belum Jelas, Singgung Dugaan Masalah

Tidak hanya pelatihan, peserta pelatihan juga diberi mesin jahit dan didampingi pelatih dari LKP Busana Ayu yang berlokasi di Gresik. Pendampingan tersebut untuk mendukung upaya mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan. Khususnya di masa percepatan pemilihan ekonomi di masa pandemi covid-19. 

"Kita juga bantu carikan permodalan dari Bank BUMN dan carikan pasar menjahit. Sehingga, mereka bisa betul-betul mandiri untuk perekonomian keluarga, menambah perekonomian masyarakat dan akhirnya berdampak pada negara," imbuhnya. 

Lebih lanjut Edy Saraya menambahkan, selama pelatihan, peserta diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Yaitu harus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan tidak bergerombol. "Protokol kesehatan harus dijalankan dan peningkatan ekonomi keluarga mandiri juga harus jalan. Sehingga, diharapkan perekonomian keluarga dan negara tetap pulih," katanya. 

Sementara Lurah Sidomoro, Kecamatan Kebomas Gresik Christina Triandajani, mengatakan, bantuan pelatihan menjahit dan mesin jahit ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu di sekitar perusahaan PT Semen Indonesia. Sebab, ibu-ibu ini ada yang tidak punya usaha dan sangat terdampak covid-19. 

"Bantuan ini diharapkan sangat  meningkatkan pendapatan ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Sehingga, dengan bantuan pelatihan menjahit dari nol sampai sukses dan dibantu mesin jahit, diharapkan betul-betul bermanfaat bagi peserta. Kita akan membantu memasarkan, agar masyarakat menjahitkan pakaiannya ke kelompok menjahit ini," kata Christina Triandajani. 

Pelatihan dan bantuan mesin jahit tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh Nur Fadhilah (51), warga Kelurahan Sidomoro, mengatakan, mendapat pelatihan dan bantuan mesin jahit ini sangat bersyukur. Sebab, selama ini memperbaiki pakaian keluarga memakai jarum biasa. 

"Dengan bantuan ini, saya akan membuka jasa menjahit. Sebab, selama ini hanya bekerja menjadi tukang pijat. Dan suami hanya seorang sopir. Mudah-mudahan dengan keterampilan menjahit ini bisa menambah perekonomian keluarga," kata Nur Fadhilah,  yang mempunyai 4 anak. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved