Breaking News:

Berita Malang

Anggaran Damkar Kabupaten Malang Tak Kena Imbas Pandemi Corona

Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang tidak terkena kebijakan refocusing anggaran pada masa pandemi Covid-19

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Erwin Wicaksono
Mobil pemadam kebakaran milik Damkar Kabupaten Malang. 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang tidak terkena kebijakan refocusing anggaran pada masa pandemi Covid-19.

Alasannya, Damkar merupakan unit vital mitigasi bencana, sehingga garda terdepan pemadaman kebakaran tersebut tak terkena refocusing anggaran.

"Kami tidak ada refocusing. Pemadam kebakaran itu sesuatu hal yang dibutuhkan saat mendesak dan tidak bisa diprediksi," ujar Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Malang, Goly Karyanto ketika dikonfirmasi pada Sabtu (3/6/2021). 

Kata Goly, Damkar Kabupaten Malang menerima jatah anggaran dari APBD sebanyak Rp 414 juta pada tahun 2021. Goly mengaku jumlah anggaran tersebut tetap sama dalam beberapa tahun.

Sebagai solusi guna memaksimalkan dana yang ada, Goly menginstruksikan jajaran untuk bijak dalam mengelola anggaran.

"Kami mengalihkan dana kegiatan yang kurang bermanfaat untuk operasional," papar pria ramah ini.

Baca juga: Cerita Rachmawati Soekarnoputri Soal Parfum Shalimar Bung Karno, Ratna Sari Dewi: Aroma Bapak

Pada tahun 2021 saat ini Damkar Kabupaten Malang tidak menambah sarana pemadam kebakaran.

"Tahun 2021 belum ada penambahan alat sarana pemadam kebakaran. Karena tahun 2020 kemarin sudah dilakukan penambahan 1 unit mobil tangki pemadam kebakaran, selang, baju pemadam, topi dan sebagainya," ungkap Goly.

Kendati demikian, Goly menilai pihaknya tengah membutuhkan mobil evakuasi alias rescue.
Pasalnya akhir-akhir ini Damkar Kabupaten Malang lebih banyak menerima laporan evakuasi hewan di permukiman daripada kebakaran.

Untuk melakukan tugas evakuasi tersebut, Damkar selama ini meggunakan sarana mobil pemadam kebakaran.

"Melihat tren saat ini, permintaan evakuasi binatang lebih banyak daripada kebakaran. Mulai ular, tawon, kucing, biawak dan lain-lain. Kami berharap ada mobile rescue untuk evakuasi hewan di permukiman warga," jelasnya. (ew)

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved