Breaking News:

Berita Bojonegoro

Bojonegoro Berlakukan PPKM Darurat, Wisata hingga Rumah Ibadah Ditutup

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mulai 3-20 Juli

Penulis: M Sudarsono | Editor: Januar Adi Sagita
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Bupati Bojonegoro Anna Muawanah 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mulai 3-20 Juli 2021.

PPKM Darurat tersebut berdasarkan surat edaran Bupati Anna Muawanah, yang mengatur beberapa poin terkait aktivitas masyarakat.

Di antaranya, mengatur kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring/online.
Lalu, Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara.

Begitupun dengan Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) juga ditutup sementara.

Termasuk kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan, ditutup sementara.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Bojonegoro, Triguno Sudjono Prio membenarkan saat dikonfirmasi perihal SE Bupati terkait pemberlakuan PPKM darurat tersebut.

Surat Edaran Bupati menindaklanjuti instruksi mendagri no 15 tahun 2021 tentang PPKM darurat Jawa-Bali, juga Keputusan Gubernur Jatim tentang PPKM di Jawa Timur.

Ada 14 poin yang mengatur aktivitas masyarakat selama pemberlakuan PPKM darurat.

"Bojonegoro masuk pada level tiga PPKM Darurat, berlaku mulai hari ini. Ia berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19," pungkas mantan camat Gondang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved