Berita Gresik

Bupati Gresik Keluarkan Surat Edaran, Begini Aturan Lengkap PPKM Darurat di Gresik

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darur

Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Willy Abraham
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Ketentuan sebagaimana dimaksud hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan dari dan ke Kabupaen Gresik serta tidak berlaku untuk trasportasi dalam wilayah aglomerasi Surabaya Raya, Lamongan.

Sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan diluar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker.

Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW Zona Merah tetap diberlakukan.

Melarang setiap bentuk aktivitas atau kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan.

Melaksanakan pengetatan aktivitas dan edukasi dengan prinsip  COVID-19 paling menular pada kondisi tertutup, pertemuan pertemuan panjang (lebih dari 15 menit), interaksi jarak dekat, keramaian, aktivitas dengan bernapas kuat misalnya bernyanyi, bcrbicara dan tcrtawa dan tidak memakai masker seperti pada saat makan bersama.

Penggunaan masker dengan benar dan konsisten adalah protokol kesehatan paling minimal yang harus diterapkan setiap orang.

Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer secara berulang terutama setelah menyentuh benda yang disentuh orang lain (seperti gagang pintu atau pegangan tangga), menyentuh daerah wajah dengan tangan perlu dihindari.

Jenis masker yang lebih baik, akan lebih melindungi (sebagai contoh masker bedah sekali pakai lebih baik dari masker kain, dan masker N95 lebih baik dari masker bedah).

Saat ini, penggunaan masker sebanyak 2 lapis merupakan pilihan yang baik. Masker sebaiknya perlu diganti setelah digunakan lebih dari empat jam.

Penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor ventilasi udara, durasi, dan jarak interaksi, untuk meminimalisir risiko penularan dalam beraktivitas.

Pertimbangan jarak dapat diterapkan sebagai beraktivitas dari rumah saja, dan berinteraksi hanya dengan orang-orang yang tinggal serumah.

Jika harus meninggalkan rumah, maka harus selalu mengupayakan jarak minimal 2 (dua) meter dalam berinteraksi dengan orang Iain. Mengurangi/ menghindari kontak dengan orang Iain yang tidak tinggal serumah.

Mensosialisasikan berbagai petunjuk visual di tempat umum terkait pencegahan dan penanganan COVD-19.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved