Breaking News:

Berita Gresik

Hari Pertama PPKM Darurat di Gresik, Kapolres Ajak Semua Elemen Turunkan Angka Penularan Covid-19

Hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat di Gresik, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ajak semua elemen turunkan angka penularan Covid-19.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto (tengah) bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail (kiri), dan Kasatpol PP Gresik, Abu Hassan (kanan) di halaman Mapolres Gresik, Sabtu (3/7/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto mengajak semua elemen untuk bersama-sama menurunkan angka penularan Covid-19 (virus Corona) melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Gresik.

Pada hari pertama PPKM Darurat di Gresik, digelar apel gelar pasukan di halaman Mapolres Gresik, yang dihadiri Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kasat Pol PP Kabupaten Gresik Abu Hassan, Kadishub Gresik Nanang Setiawan, dan Ketua Formagam Gresik, Djoko Pramono.

"PPKM Darurat mempunyai target menurunkan angka penularan Covid-19 di Gresik. PPKM Darurat dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 20 Juli 2021. Kebijakan PPKM Darurat diberlakukan dengan target dapat menurunkan kasus harian hingga kurang dari 10.000 kasus per hari di Indonesia," terang AKBP Arief Fitrianto, Sabtu (3/7/2021).

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kabupaten Gresik, angka sebaran kasus konfirmasi positif Covid-19 menunjukkan tren meningkat. Mulai dari 18 tambahan kasus per hari hingga 31 tambahan kasus per hari.

Pemerintah Kabupaten Gresik mengantisipasi dengan membuka kembali Stadion Gelora Joko Samudro untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Kemudian menambah 200 tempat tidur di 17 rumah sakit rujukan. Karena keterisian rumah sakit yang hampir penuh.

Alumnus Akpol 2001 ini berharap semua elemen berkolaborasi mendukung aturan yang telah dibuat, dan disiplin adalah komponen penting dalam pelaksanaan PPKM Darurat.

Baca juga: Gresik JAMAN NOW, Bhabinkamtibmas Desa Sembayat Tumbuhkan Kepedulian di Tengah Pandemi

Dalam PPKM Darurat, sektor non-esensial menerapkan 100 persen work from home (WFH/bekerja dari rumah).

Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online. Sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum staf work from office (WFO/bekerja dari kantor) dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100 persen maksimal staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan.

"Mengingatkan agar bersama-sama mendukung dan mensukseskan PPKM Darurat termasuk dalam penegakan protokol kesehatan," tegasnya.

Berita tentang Gresik

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved