Breaking News:

Berita Kota Mojokerto

Wali Kota Ning Ita Ungkap Mekanisme PPKM Darurat di Kota Mojokerto, Tempat Ibadah Diperbolehkan

Wali Kota Ning Ita ungkap mekanisme PPKM Darurat di Kota Mojokerto, tempat ibadah masih diperbolehkan, namun dengan syarat.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Tim Satgas Covid-19 melaksanakan apel gelar pasukan terkait penerapan PPKM Darurat, di Mapolresta Mojokerto, Sabtu (3/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Tim Satgas Covid-19 melaksanakan gelar pasukan sebagai upaya memaksimalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Kota Mojokerto, di tengah situasi lonjakan kasus virus Corona (Covid-19).

Penerapan PPKM Darurat di Kota Mojokerto masuk dalam level 4, ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 15 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 Wilayah Jawa dan Bali. 

"Kami melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka penerapan PPKM Darurat sesuai instruksi Bapak Presiden di wilayah Jawa-Bali yang efektif mulai hari ini sampai 14 hari ke depan pada 20 Juli 2021, ungkap wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu dalam gelar pasukan bersama TNI-Polri di Mapolresta Mojokerto, Sabtu (3/7/2021).

Menurut dia, sesuai surat Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 15 tahun 2021 terkait positivity rate yang ditargetkan testing di Kota Mojokerto sebanyak 281 per hari.

Ini dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan angka positivity rate yang kurang dari 10 persen tersebut.

"Jadi ada target 1 juta vaksinasi per hari, di mana kuota untuk Kota Mojokerto adalah 1.000 vaksinasi per harinya," jelasnya.

Dia menerangkan, dalam situasi ini pihaknya melakukan langkah yang serius untuk memutus penyebaran Covid-19, khususnya di Kota Mojokerto.

Pemberlakuan PPKM Darurat ini menekankan pada penyelamatan, yaitu angka keterpaparan yang mengalami lonjakan dalam dua pekan terakhir.

"Sudah tercantum klausul di masing-masing sektor, ada sektor esensial dan non-esensial, esensial berupa pemerintah ada juga sektor kritikal yang memiliki aturan berbeda-beda," ucap Ning Ita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved