Breaking News:

Berita Gresik

Sosialisasi PPKM Darurat, Bupati Gresik Ingatkan Aturan Take Away hingga Jam Malam

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menjelaskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat untuk menekan pandemi Covid-19.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/willy
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail saat menemui para pemilik usaha di Gresik, Minggu (4/7/2021). 

Reporter: Willy Abraham I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menjelaskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat untuk menekan pandemi Covid-19.

Masyarakat yang memiliki usaha makanan dan minuman dipersilahkan buka tapi wajib dibungkus atau take away, tidak makan ditempat dan harus tutup pukul 20.00 Wib.

Dalam razia yang digelar di sejumlah mal pusat perbelanjaan dan warung kopi (warkop) itu, orang nomor satu di Gresik didampingi jajaran forkopimda.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail, Kadinkes Saifudin Ghozali, Kasatpol PP Abu Hassan dan Kadishub Nanang Setiawan.

Gus Yani sapaan akrabnya berharap masyarakat bisa mematuhi setiap ketentuannya agar penanganan pandemi Covid-19 bisa optimal. Kebijakan PPKM Darurat demi keselamatan masyarakat.

"Kita kurangi mobilitas selama dua minggu ini, mudah-mudahan penyebaran Covid-19 varian baru ini bisa diputus dan bisa dikendalikan. Kami bersama forkopimda turun langsung untuk memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Bahwa silakan warung atau tempat usaha untuk buka, tapi take away atau dibawa pulang jangan makan di tempat," terangnya.

Masyarakat juga diimbau patuh kebijakan jam malam dan menyarankan agar menghabiskan waktu di dalam rumah bersama keluarga.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan.

Agar lebih mudah dipahami, alumnus Akpol 2001 ini mensosialisasikan gerakan Gresik Jaman Now "Jangan Kemana-mana, Nang Omah Wae" dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Dalam pelaksanaan PPKM Darurat ini kami lakukan penyekatan di tiga titik. Perbatasan Surabaya, perbatasan Lamongan dan di daerah Manyar. Di pos-pos ini akan dilakukan pemeriksaan untuk mencegah mobilitas masyarakat dari luar wilayah aglomerasi," terangnya.

Dalam penyekatan di perbatasan Surabaya, satu orang pengendara menunjukkan hasil rapid antigen positit. Seketika itu, rombongan langsung diminta putar balik.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved