Breaking News:

Berita Madura

800 Kasus Covid-19 Tiap Hari di Pamekasan, Bupati Baddrut: Tidak Disiplin Prokes Penyebab Nomor 1

Bupati Baddrut Tamam ungkap ada 800 kasus Covid-19 setiap hari di Kabupaten Pamekasan. Sebut ada 3 faktor, tidak disiplin protokol kesehatan nomor 1.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Kuswanto Ferdian
Kondisi pasien isolasi yang dirawat di posko RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Madura, Senin (5/7/2021). 

Laporan Tribun Jatim Network, Kuswanto Ferdian

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Kabupaten Pamekasan, Madura termasuk dalam kriteria level 3 berdasarkan indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjelaskan, masuknya Kabupaten Pamekasan dalam kriteria level 3 ini berdasarkan indikator adanya 50-150 kasus Covid-19 dalam per-100 ribu penduduk dalam setiap harinya.

Ia merinci, jika di Pamekasan ada sekitar 840 ribu penduduk, kalau indikator kasusnya per 100 ribu penduduk, maka terdapat sekitar 800 kasus Covid-19 di Pamekasan per hari ini.

"Ada 800 kasus Covid-19 setiap hari. Ini tentu tidak mudah bagi kita yang di hulu, sementara kita bertemu dengan indikator hoaks yang banyak beredar di smartphone," kata Baddrut Tamam, Senin (5/7/2021).

Baca juga: 60 Nakes RSUD dr Soegiri Lamongan Terpapar Covid-19, RS Atasi Kekurangan Tenaga dengan Langkah Ini

Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini, tingginya kasus Covid-19 di Pamekasan dipengaruhi oleh tiga faktor 

Pertama, karena banyak masyarakat Pamekasan tidak disiplin protokol kesehatan (prokes).

Kedua, karena hoaks (jangan percaya Covid-19) yang beredar di masyarakat mengalahkan edukasi dan transformasi yang sudah dilakukan oleh Satgas.

Dan, ketiga, beberapa stakeholder di luar pemerintah harus dirangkul bersama-sama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved