Breaking News:

Berita Kota Malang

Antisipasi Penimbunan Tabung Oksigen di Malang Saat Pandemi Covid-19, Polisi Bentuk Tim Khusus

Untuk mengantisipasi penimbunan tabung oksigen di masa pandemi Covid-19 di Kota Malang, polisi bentuk tim khusus.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Didik Mashudi
Ilustrasi tabung gas oksigen - Antisipasi Penimbunan Tabung Oksigen, Satreskrim Polresta Malang Kota Bentuk Tim Khusus. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Meningkatnya kasus Covid-19 (virus Corona), membuat tabung gas oksigen di Kota Malang menjadi incaran banyak orang.

Oleh karena itu, Satreskrim Polresta Malang Kota telah membentuk satu tim khusus, untuk menyelidiki serta melakukan pengawasan terhadap pasokan tabung gas oksigen.

"Kami sudah membentuk satu tim khusus untuk pengawasan terhadap hal itu (tabung gas oksigen). Tim itu melakukan pengecekan di tiap rumah sakit, terkait ketersediaan tabung gas oksigen," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo kepada TribunJatim.com, Senin (5/7/2021).

Ia menjelaskan, pengawasan lebih difokuskan kepada ketersediaan pasokan tabung gas oksigen yang berukuran 6m³. Karena tabung ukuran tersebut, sering digunakan rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19.

"Sebenarnya semua tabung gas oksigen kami awasi, tapi kalau di rumah sakit cenderungnya memakai tabung yang besar," tambahnya.

Selain mengawasi pasokan tabung oksigen, tim khusus Satreskrim Polresta Malang Kota juga melakukan pengecekan terhadap harga obat-obatan di apotek.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Prosesi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang

Upaya ini dilakukan, untuk mengantisipasi lonjakan harga obat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) selama masa pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat di Jawa dan Bali, mulai Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021).

"Pengawasan dan pengecekan terkait dua hal itu, telah kami lakukan mulai Rabu (30/6/2021) dan terus berlangsung hingga sekarang," jelasnya.

Dari hasil pengawasan dan pengecekan, pihaknya tidak menemukan adanya dugaan penimbunan tabung gas oksigen.

"Sementara ini, hasilnya tidak ada dugaan penimbunan tabung oksigen. Karena pasokan tabung oksigen itu kan dari distributor langsung ke rumah sakit. Sementara ini masih tercukupi, tetapi tidak seperti biasanya. Kalau andaikan telat, itu pun telatnya hanya sebentar. Kendalanya kan alat transportasi (pembawa pasokan tabung gas oksigen), ngirimnya satu per satu. Apalagi saat ini, permintaan tabung oksigen juga meningkat," tandasnya.

Berita tentang Kota Malang

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved