Breaking News:

Berita Arema

Cara Eduardo Almeida Lindungi Mental Pemain Arema FC

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida mengaku memiliki cara untuk menjaga mental para pemainnya.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Taufiqur Rohman
TRIBUNJATIM.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
Pelatih baru Arema FC asal Purtugal, Eduardo Almeida memimpin latihan perdana Arema FC di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (20/5/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lantaran pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, kompetisi Liga 1 sudah vakum selama satu tahun lebih.

Kompetisi Liga 1 terakhir digelar pertengahan Maret 2020, sebelum akhirnya 'mangkrak' sampai saat ini.

Sejatinya kompetisi akan digelar 10 Juli ini, namun karena kasus Covid-19 yang kembali naik tajam, akhirnya ditunda hingga akhir Juli mendatang.

Tak berhenti disitu, dari hasil manager meeting, kemungkinan pelaksanaan Liga 1 akan diundur sampai pertengahan Agustus mendatang, karena beberapa tim tak bisa menggelar latihan di masa PPKM Darurat seperti saat ini.

Alhasil, semangat pemain yang sudah menggebu-gebu untuk bertanding, kembali harus sirna lantaran cintanya bertepuk sebelah tangan.

Baca juga: Daftar Skuad Persela Lamongan di Liga 1 2021, Bustomi Paling Senior, Brian Ferreira Termahal

Khawatir 'kena mental' para pemain, Pelatih Arema FC Eduardo Almeida mengaku memiliki cara untuk menjaga mental para pemainnya.

"Jujur saya memang belum banyak bicara dengan keseluruhan pemain. Hanya beberapa sudah saya ajak bicara secara informal soal kondisi sekarang. Saya akan ajak mereka ngobrol diluar latihan, memupuk mental mereka dan meyakinkan mereka bahwa kompetisi akan bergulir kembali," kata Eduardo Almeida, Senin (5/7/2021).

Tak dipungkiri, kompetisi yang vakum tak hanya mengancam kondisi fisik pemain dan semua bagian tim, tapi juga mengancam kondisi 'dompet'.

Tanpa ada kompetisi, gaji pemain dipotong dan juga nilai kontrak mereka tak sebesar saat sebelum pandemi. Hal ini juga yang ditengarai berpengaruh pada mental pemain.

"Intinya komponen tim suka sepak bola. Mereka berlatih setiap hari karena tujuannya untuk bertanding dan mereka ingin kompetisi segera dimulai. Tapi saat ini semua harus mematuhi dan menjalankan aturan pemerintah. Ini yang akan saya jelaskan pada mereka," jelasnya.

Menurut mantan pelatih Semen Padang itu, kondisi ini tak hanya dialami Arema FC saja, namun juga seluruh klub.

"Saya rasa semua klub sama, khususnya Liga 1," ujar pelatih asal Portugal itu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved