Breaking News:

Berita Surabaya

Cegah Panic Buying Obat dan Suplemen Covid 19, Polisi Imbau Agar Tak Ada yang Lakukan Penimbunan

Gelombang kedua sebaran Covid 19 di Surabaya, membuat masyarakat melakukan segala cara agar dapat terhindar dari paparan virus Sars-Cov2 tersebut

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Firman Rachmanudin
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gelombang kedua sebaran Covid-19 di Surabaya, membuat masyarakat melakukan segala cara agar dapat terhindar dari paparan virus Sars-Cov2 tersebut.

Salah satunya adalah menyerbu apotek ataupun supermarket untuk membeli berbagai produk makanan, suplemen maupun obat yang diklaim dapat meringankan gejala Covid-19.

Hal tersebut membuat beberapa produk menjadi langka.

Bahkan, beberapa diantaranya ada yang menjual produk-produk tersebut dengan harga selangit.

Melihat hal tersebut, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir menghimbau agar para pihak tidak melakukan penimbunan.

Isir meminta siapapun yang beniat melakukan penimbunan atau menahan peredaran, baik makanan, multivitamin bahkan obat obatan selama Pandemi COVID-19 agar segera mendistribusikan.

"Apabila ada, segera distribusikan atau jual dengan tidak mengambil keuntungan yang berlebihan, apabila ditemukan dan tidak mengindahkan maka kami akan tindak tegas," tegas Isir, Senin (5/7/2021).

Isir juga meminta kepada masyarakat yang menemukan penyelewengan oknum yang mengambil keuntungan dengan menahan peredaran obat obatan, makanan dan multivitamin untuk segera melapor kepihak berwajib.

"Kepada masyarakat yang menemukan penimbunan dan sejenisnya, segera laporkan ke Polisi dan kami langsung melakukan penindakan," pungkasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian Purnomo menambahkan, pihaknya telah membentuk Satgas penegakan hukum (Gakkum) untuk melakukan pengawasan dan mengantisipasi adanya penimbunan.

"Kami telah membentuk Satgas Gakkum untuk melakukan pengawasan distribusi makanan, minuman multivitamin dan obat obatan, sesuai perintah atasan kami akan tindak dan proses hukum bagi pihak yang meakukan hal tersebut," ungkap Oki.

Baca juga: Terkuak Misteri Soal Marinir di Bawah Kapal Saat Soeharto Mancing, Harmoko Sempat Jadi Saksi

Polisi juga akan mengawasi ketersediaan alat kesehatan, mengingat di beberapa daerah terdapat kelangkaan yang diduga dilakukan penyelewengan oleh pihak pihak yang ingin mendapat keuntungan lebih.

"Bila ditemukan ada yang melakukan penyelewengan, maka kami akan tindak tegas sebagaimana diatur dalam undang undang," pungkasnya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved