Breaking News:

Berita Gresik

Diduga Pecat Perangkat Desa Secara Sepihak, Kades di Gresik Digugat ke PTUN

Kepala Desa Kambingan Kecamatan Cerme, dilaporkan perangkat desanya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas pemecatan Kaur Perencanaan yang diduga

Penulis: Sugiyono | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/sugiyono
Sidang gugatan PTUN atas pemberhentian perangkat Desa Kembingan, Kecamatan Cerme, Senin (5/7/2021). 

Reporter: Sugiyono I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kepala Desa Kambingan Kecamatan Cerme, dilaporkan perangkat desanya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas pemecatan Kaur Perencanaan yang diduga secara sepihak, Senin (5/7/2021).

Pemecatan tersebut atas dugaan perbuatan asusila. 

Ketua Lembaga Pemantau Birokrasi (LPB) Kabupaten Gresik Novantoro, mengatakan, pemecatan Kaur Perencanaan tersebut tidak ada peringatan satu, dua dan tiga.

Pemecatan tersebut diduga atas dorongan warga yang melihat video dugaan asusila melalui grup-grup WhatsApp.

Warga sempat unjuk rasa di balai desa untuk meminta kaur perencanaan segera dipecat. 

"Memang ada warga yang unjuk rasa atas beredarnya video dugaan asusila tersebut. Tapi, Kepala Desa tidak bisa sewenang-wenang memecat perangkat desa. Harus ada teguran secara tertulis. Sebab, ini terkait administrasi," kata Novantoro, yang akrab disapa Novan.

Lebih lanjut Novan mengatakan, seharusnya Kepala Desa Kambingan memahami administrasi, sebab mengangkat perangkat desa juga dilakukan administrasi berupa seleksi administrasi dan tes. 

 "Semoga, dengan sikap sewenang-wenang dari Kades, ada petunjuk di PTUN untuk mengembalikan jabatan sebagai perangkat desa," imbuhnya. 

Sementara, Kepala Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Iskandar, mengatakan menunggu hasil dari PTUN.

"Kasus ini sudah masuk ke PTUN, kita tunggu saja hasilnya," kata Iskandar dengan singkat kepada wartawan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved