Breaking News:

Berita Kota Mojokerto

Ning Ita Ajak ASN Tadarus Alquran dan Baca Selawat Tibbil Qulub Saat PPKM Darurat di Kota Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Ning Ita mengajak ASN untuk melaksanakan tadarus alquran dan membaca selawat Tibbil Qulub saat PPKM Darurat di Kota Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Tim Satgas Covid-19 dalam kegiatan apel gelar pasukan terkait penerapan PPKM Darurat di Mapolresta Mojokerto, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari membuat kebijakan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN), organisasi perangkat daerah (OPD), tingkat kecamatan hingga kelurahan melaksanakan tadarus alquran dan melantunkan selawat Tibbil Qulub.

Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran Tim Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 451/5747/417.101.2/2021 yang disahkan oleh Wali Kota Mojokerto tentang pemberlakuan PPKM Darurat serta dalam rangka perwujudan ikhtiar mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar wabah pandemi di Kota Mojokerto segera berakhir.

Ning Ita, sapaan Wali Kota Mojokerto, menuturkan seluruh jajaran OPD maupun tingkat kecamatan dan kelurahan agar melakukan tadarus alquran dan melantunkan selawat Tibbil Qulub setiap hari selama pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat mulai Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021).

"Ketika surat edaran Satgas Covid-19 tentang PPKM Darurat diberlakukan, pada malam harinya saya memimpin rapat seluruh Tim Satgas Covid-19 hingga level kelurahan untuk membuat sejumlah kebijakan, salah satunya adalah ikhtiar lahir dan batin yang diharapkan dapat menurunkan angka kasus baru maupun angka kematian Covid-19 di Kota Mojokerto," ungkapnya, Senin (5/7/2021).

Ia mengatakan, ada dua ikhtiar yang dilakukan yakni, ikhtiar lahir dan batin.

Pertama ikhtiar lahir dilakukan dengan penerapan PPKM Darurat yang mengedepankan protokol kesehatan (prokes) 5M bagi personal maupun masyarakat. Kemudian ikhtiar batin sebagai umat beragama juga wajib memohon bantuan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa karena terjadinya pandemi Covid-19 tidak lepas dari takdir.

Baca juga: Alasan Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Hentikan Sementara Pelayanan Adminduk Tatap Muka

"Maka saya membuat keputusan bahwa sejak 3 Juli-21 Juli di pemkot dan rumah rakyat setiap hari ada satu majelis yang melaksanakan khotmil quran sekaligus pembacaan selawat Tibbil Qulub, juga seluruh OPD dan kantor kelurahan melakukan hal yang sama," jelasnya.

Menurut dia, pelaksanaan tadarus alquran dan melantunkan selawat Tibbil Qulub tidak harus mengundang habib atau orang yang hafal alquran, namun paling tidak ada staf masing-masing yang melaksanakannya. Sedangkan pembacaan alquran tidak harus sampai khatam, bisa satu juz atau surah, dan membaca selawat Tabbil Qulub.

Melantunkan 3 kali Sholawat Tibbil Qulub:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

"Kalau ikhtiar lahir dan batin ini kita lakukan secara berseiring maka keyakinan kita menjadi sangat tinggi bahwa Allah akan segera menurunkan bantuan pada umat manusia, khususnya masyarakat Kota Mojokerto agar kondisi (pandemi Covid-19) bisa terkendali dan bisa segera masuk minimal status zona kuning, itu harapannya," ucap Ning Ita.

Berita tentang Kota Mojokerto

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved