Breaking News:

Berita Malang

Sosialisasi Prokes Covid 19, Satlantas Polresta Malang Kota Hadirkan 'Pocong dan Keranda'

Sebagai bentuk sosialisasi bahaya Covid-19 dan protokol kesehatan (prokes), Satlantas Polresta Malang Kota hadirkan empat "pocong dan keranda", Senin

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar Adi Sagita
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Sosialisasi bahaya Covid 19 dan protokol kesehatan (prokes), Satlantas Polresta Malang Kota hadirkan "pocong dan keranda", Senin (5/7/2021) malam. 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebagai bentuk sosialisasi bahaya Covid-19 dan protokol kesehatan (prokes), Satlantas Polresta Malang Kota hadirkan empat "pocong dan keranda", Senin (5/7/2021) malam

Namun tenang, hantu pocong yang dikerahkan bukanlah hantu asli. Melainkan, empat petugas kepolisian yang didandani mirip dengan pocong.

Begitu pula dengan kerandanya, bukanlah keranda asli untuk membawa jenazah. Keranda itu merupakan buatan tangan, hasil kreatifitas dari anggota Satlantas Polresta Malang Kota.

Kegiatan sosialisasi prokes itu, berlangsung pada pukul 20.00 WIB di Jalan Agus Salim. Setelah itu pada pukul 20.30 WIB, kegiatan berpindah menuju Jalan Ijen hingga pukul 21.00 WIB.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppi Anggi Khrisna melalui Kanit Laka Lantas Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Saiful Ilmi menjelaskan tujuan digelarnya kegiatan tersebut.

"Malam ini, kami melaksanakan kegiatan edukasi terkait prokes Covid 19 kepada masyarakat. Mengapa kami bawa pocong dan keranda, karena sebagai gambaran dan contoh kepada masyarakat, bila tidak disiplin prokes Covid 19, maka jadinya akan seperti itu," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dirinya juga menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara rutin tiap minggunya.

"Kami akan laksanakan edukasi ini secara rutin, setiap seminggu sekali di beberapa tempat. Untuk hari ini, di Jalan Ijen dan Jalan Agus Salim," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat. Untuk tetap selalu mematuhi prokes dan aturan PPKM Darurat.

"Di dalam PPKM Darurat, mobilitas masyarakat dikendalikan. Bila tidak berkepentingan, lebih baik di rumah saja. Bagi masyarakat yang berjualan, silahkan berjualan, namun masyarakat yang membeli tidak boleh makan di tempat dan harus dibawa pulang," tandasnya.

Baca juga: Cegah Panic Buying Obat dan Suplemen Covid 19, Polisi Imbau Agar Tak Ada yang Lakukan Penimbunan

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved