Breaking News:

Berita Tulungagung

Aparat Gabungan di Tulungagung Merazia Penumpang Kendaraan Barang dan Penumpang

Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Tulungagung menghentikan sejumlah mobil penumpang dan mobil barang.

Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
david yohanes/surya
Kepala Dinas Perhubungan Tulungagung, Galih Nusantoro memeriksa penumpang bus AKDP. 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Tulungagung menghentikan sejumlah mobil penumpang dan mobil barang.

Sasaran utamanya adalah para pengemudi dan kernet yang tidak mengenakan masker.

Mereka yang kedapatan melanggar protokol kesehatan, menjalani sidang di tempat dengan denda Rp 25.000.

Sementara pada bus antar kota dalam provinsi (AKDP), petugas melakukan sampling ketaatan para protokol kesehatan.

Petugas masuk ke dalam bus, menghitung jumlah penumpang dan surat rapid antigen atau sertifikat vaksin.

“Dari bus yang kami sampel, masih ada kelebihan penumpang. Dari kapasitas 44 bangku, terisi di atas 50 persen,” terang Kepala Dishub Tulungagung, Galih Nusantoro kepada TribunJatim.com, Selasa (6/7/2021).

Galih menegaskan, selama PPKM Darurat kapasitas bus antar kota hanya 50 persen.

Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM: Tulungagung Gelap Gulita Selama PPKM Darurat - Kecelakaan Beruntun Sidoarjo

Hal ini bertujuan agar para penumpang bisa saling jaga jarak.

Selain itu para penumpang dilarang saling berbicara untuk memperkecil peluang penularan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved