Breaking News:

Berita Madura

Dampak PPKM Darurat Resmi Diberlakukan, Kepulauan di Sumenep Kekurangan Sembako

Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali pada 3-20 Juli

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Ali Hafidz
Sepi, suasana rumah warga yang sepi di pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep. 

Laporan wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021. Mengingat perkembangan kasus Covid-19 yang meningkat serta bertambahnya varian baru di banyak Negara.

Namun, dampak dari PPKM darurat yang dilakukan dengan pembatasan yang super ketat. Hal ini menyebabkan wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep kekurangan Sembilan Bahan Pokok (Sembako).

Salah satunya, seperti yang terjadi saat ini di Kecamatan atau pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura.

Penyebabnya, dua pekan terakhir ini tidak ada pengiriman sembako dari Sumenep maupun kabupaten lain ke daerah pulau sapeken tersebut.

Biasanya, kebutuhan sehari-hari warga Sapeken disuplai dari Kabupaten Banyuwangi, Bali dan Sumenep.

Tetapi, sudah dua pekan terakhir akses dari Banyuwangi dan Bali sudah ditutup seiring dengan penerapan PPKM Darurat Covid-19 Jawa-Bali.

"Kapal yang biasanya mengangkut sembako dari Banyuwangi itu sudah tidak beroperasi, sedangkan dari Sumenep daratan hanya sekali seminggu. Tapi jumlahnya juga terbatas," kata salah satu warga di Pulau Sapeken,  Hidayaturrahman saat dikonfirmasi melalui telepon pribadinya pada Selasa (6/7/2021).

Menurutnya, warga di pulau Sapeken yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan itu juga tidak bisa melaut karena tidak ada tempat menjual hasil tangkapannya.

Biasanya, para nelayan di Sapeken menjual hasil tangkapannya ke Bali, sedangkan semua akses di Bali saat ini sudah ditutup.

"Saat masyarakat menjual ikan, mereka juga membeli sembako di sana (Bali). Namun sekarang sudah tidak bisa," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Hari Keempat PPKM Darurat, PKL di Surabaya Menjerit Omzet Jualan Turun Drastis

Dari itulah pihaknya berharap, pemerintah daerah turun tangan menyikapi persoalan yang dialami masyarakat di kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Jika dalam dua pekan ke depan tidak ada pengiriman sembako ke pulau tersebut katanya, dipastikan warga Sapeken akan kelaparan.

"Kami minta kepada pemerintah bisa menyikapi kondisi terkini warga Sapeken," harapnya.

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved