Breaking News:

Berita Kabupaten Malang

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Video Hoax Korban Penembakan, Gus Idris Belum Ditahan Polres Malang

Meski ditetapkan sebagai tersangka kasus video hoax korban penembakan, Gus Idris belum ditahan Polres Malang.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
Kapolres Malang, AKBP R Bagoes Wibisono, saat ditemui Tribun Jatim Network pada Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka kasus video hoax korban penembakan, Idris Al Marbawy belum ditahan oleh polisi.

Kapolres Malang, AKBP R Bagoes Wibisono mengatakan, polisi masih melakukan pemeriksaan lanjutan kepada Idris yang beken disapa Gus idris itu.

"Sementara yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan. Untuk hasilnya saya belum mendapat laporan dari penyidiknya. Kami pastikan melakukan pemeriksaan secara profesional," ujar Bagoes ketika dikonfirmasi pada Selasa (6/7/2021).

Ditanya mengenai penahanan Gus Idris, Bagoes mengatakan akan menunggu hasil gelar perkara selanjutnya.

"Untuk penahanan kami menunggu hasil gelar perkara yang secepatnya akan dilakukan," kata mantan Kapolres Madiun ini.

Menurut Bagoes, Idris sejauh ini sudah bertindak kooperatif dalam memenuhi panggilan pemeriksaan oleh polisi.

"Idris berkoorperatif, jaminan tidak melarikan diri, sementara yang bersangkutan kooperatif," tutupnya.

Baca juga: Polres Malang Tetapkan Gus Idris Jadi Tersangka Kasus Video Settingan Penembakan Ulama

Sebelumnya, video heboh Idris jadi korban penambakan viral di media sosial pada Maret 2021.

Video kontroversial tersebut diunggah lewat channel YouTube Gus Idris Official.

Idris yang juga pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Babadan, Ngajum, Malang, seolah-olah menjadi korban penembakan usai melawan sosok gaib yang disebutnya sebagai Nyi Ronggeng.

Aksi Idris sontak memantik keresahan publik Kabupaten Malang.

Berbagai elemen masyarakat kompak melaporkan Gus Idris ke Polres Malang karena membuat video yang kontraproduktif dan penyebaran berita bohong.

Berita tentang Kabupaten Malang

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved