Breaking News:

Berita Nganjuk

'Kedepankan Kesehatan', Kabupaten Nganjuk Perketat Penutupan Obyek Wisata Selama PPKM Darurat

Disparporabud Kabupaten Nganjuk perketat penutupan semua obyek wisata dukung pelaksanaan PPKM Darurat. Kedepankan kesehatan Bumi Anjuk Ladang'

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Achmad Amru Muiz
Salah satu obyek wisata andalan milik Pemkab Nganjuk yang dilakukan penutupan dalam PPKM Darurat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk dukung pelaksanakan PPKM Darurat dengan menutup semua obyek wisata.

Hal itu dilakukan dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona ( Covid-19 ) terutama dari sektor obyek pariwisata di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Bidang Pengembanan dan Pemasaran Pariwisata Disparporabud Kabupaten Nganjuk, Eka Fachrudin Arianto menjelaskan, penutupan sejumlah obyek wisata di Kabupaten Nganjuk tersebut mengacu surat pemberitahuan dengan nomor 556/801/401.302/2021 yang ditandatangani Kepala Disparporabud Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo. Dimana surat itu sebagai tindaklanjut Surat Keputusan (SK) Bupati Nganjuk Nomor 188/128/K/411.012/2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 di Kabupaten Nganjuk.

"Penutupan dilaksanakan sejak pelaksanaan PPKM Darurat dari tanggal 3 Juli sampai 30 Juli 2021 mendatang," kata Eka Fachrudin Arianto, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Masjid Agung Al-Munawar Tulungagung Dibatasi Untuk Warga Sekitar Selama PPKM Darurat

Dijelaskan Eka Fachrudin Arianto, obyek wisata milik Pemkab Nganjuk yang dilakukan penutupan ada lima obyek wisata. Yakni wisata Air Terjun Sedudo, Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL), Air Merambat Roro Kuning, Goa Margotresno, dan Sri Tanjung Wisata Tirta.

"Kami juga mengimbau obyek wisata yang dikelola oleh pemerintah desa atau kelurahan untuk dilaklukan penutupan sementara selama PPKM Darurat. Seperti Bukit Surga, Lembah Djati dan sebagainya," tandas Eka Fachrudin.

Oleh karena itu, tambah Eka Fachrudin, pihaknya telah memerinahkan petugas di lokasi obyek wisata untuk memperketat penutupan. 

Baca juga: RS Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh, Warga Buru Degan Ijo untuk Jaga Kebugaran Tubuh

Artinya, penutupan obyek wisata tersebut dilakukan secara ketat, tanpa ada toleransi kepada siapapun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved