Breaking News:

Berita Kota Batu

Ketersediaan Obat dan Oksigen untuk Kebutuhan Perawatan Pasien Covid-19 di Kota Batu Aman

Hasil pantauan petugas di lapangan, ketersediaan obat dan oksigen untuk kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di Kota Batu aman.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Seorang tenaga kesehatan di RS Karsa Husada Kota Batu memberikan penjelasan kepada petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, TNI AD dan kejaksaan mengenai sarana pelayanan penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu bersama anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 0818/02 Batu dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu memantau ketersediaan oksigen dan obat-obatan yang ada di rumah sakit rujukan di Kota Batu, Selasa (6/7/2021).

Kepala Satpol PP Kota Batu, M Nur Adhim mengatakan, hasil pantauan di lokasi bahwa fasilitas seperti obat dan oksigen untuk kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di Kota Batu aman. Terutama untuk pasokan oksigen, pasalnya ada kiriman setiap hari ke rumah sakit.

“Kami melihat kondisi rumah sakit, yang ingin kami lihat adalah bed occupancy rate (BOR) atau okupansi rasionya. Kedua, terkait dengan ketersedian obat-obatan, dan ketiga, ketersediaan tabung oksigen,” ujar Adhim, Selasa (6/7/2021).

Adhim mengatakan, obat-obatan yang ada di rumah sakit rujukan di Kota Batu telah tersedia. Hanya saja, persentase pemakaian jumlah tempat tidur untuk perawatan pasien positif Covid-19 di Kota Batu mencapai 90 persen.

“Kalau di RS Karsa Husada ada 60, lalu penambahan lagi 11 sehingga menjadi 71. Di rumah sakit lainnya ada 26, ada penambahan lagi 6 namun 90 persen terisi,” ungkapnya.

Upaya untuk menambah jumlah tempat tidur di masing-masing rumah sakit rujukan terus dilakukan Pemkot Batu. Hal itu untuk menunjang proses penyembuhan pasien positif Covid-19.

Sementara itu, data terbaru kondisi keterisian tempat tidur di rumah sakit yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Ony Ardianto, menunjukan keterisian tempat tidur di ruang ICU dan isolasi mencapai 100 persen.

Baca juga: PPKM Darurat di Kota Batu, Dinas Pariwisata Tunda Perhelatan Tour Virtual Gowes Wisata Nasional

“BOR tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan 100 persen dan BOR tempat tidur ICU rumah sakit rujukan 100 persen,” begitu tulisan dalam laporan resmi yang dikeluarkan.

Status risiko wilayah Kota Batu berdasarkan indikator Bersatu Lawan Covid (BLC) adalah zona merah atau risiko tinggi. Pun status risiko wilayah berdasarkan BOR yang masuk zona merah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved