Breaking News:

Berita Mojokerto

Lonjakan Harga Hewan Kurban di Mojokerto Jelang Idul Adha 2021

Petugas Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Mojokerto mulai melaksanakan monitoring ketersediaan hewan ternak menjelang Idul Adha

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Romadoni
Kepala Diperta Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko bersama Kabid Peternakan Harini dalam kegiatan pemantauan keterangan hewan kurban di pasar hewan Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa (6/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Petugas Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Mojokerto mulai melaksanakan monitoring ketersediaan hewan ternak menjelang Idul Adha 1442 Hijriah Tahun 2021.

Pelaksanaan kegiatan monitoring sekaligus pemeriksaan hewan kurban tersebut dilakukan di berbagai lokasi yakni Pasar Hewan Ngrame Kecamatan Pungging dan lapak hewan kurban Kecamatan Gondang serta sejumlah peternak lokal di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Mojokerto, Harini menjelaskan   ketersediaan hewan sapi dipasar hewan Ngrame, Kecamatan Pungging tidak terjadi  peningkatan menjelang Idul Adha. Namun 
hewan kurban kambing terjadi lonjakan sekitar lima ersen dari biasanya.

"Jumlah hewan ternak kambing kisaran 300-350 ekor per pasaran sedangkan sapi sekitar 40-50 ekor dan rendahnya pencari ternak kurban dipasaran disinyalir belanja ternak korban langsung ke kandang pengepul atau ke peternak," ungkapnya kepada Surya, Selasa (6/7/2021).

Harini menyebut harga hewan kurban justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika Idul Adha tahun lalu yaitu kambing lokal atau kambing Kacang usia 1,5 tahun hingga 2 tahun dijual senilai Rp.1 juta Rp1,5 juta kini harganya tembus Rp.2,7 juta sampai Rp.3 juta per ekor. Sedangkan, kambing PE (Peranakan Etawa), Kambing Benggala, Domba biasa dan Domba ekor gemuk berharga Rp.3,5 juta hingga Rp.4 juta.

"Memang hewan kurban sekarang lebih mahal lonjakan harga terjadi pada ternak kambing PE sekitar Rp.3,2 juta hingga Rp.4 juta dan kambing kacang, gibar sekitar Rp.2,7 juta sampai Rp.3 juta. 
Harga ternak kurban sapi yang banyak diminati kisaran Rp,17,5 juta hingga Rp.21," bebernya.

Dia menjelaskan pihaknya kini masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Daerah terkait aturan pedagang hewan kurban di pinggir jalan menyusul adanya penerapan PPKM Darurat di Kabupaten Mojokerto. Apalagi,mayoritas pedagang hewan ternak saat Idul Adha banyak dari luar kota misalnya pedagang hewan kurban sapi dari Probolinggo, Pasuruan dan Lumajang. Sedangkan, hewan kurban kambing dari Wonosalam Jombang, Kediri Gresik (Wringinanom) dan sebagian dari peternak lokal Mojokerto serta Sidoarjo.

"Idul Adha bersamaan dengan penerapan PPKM Darurat sehingga kami masih menunggu keputusan dari otoritas setempat (Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto) namun kita tetap melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak di lapak pedagang hewan kurban pinggir jalan," ucap Harini.

Menurut dia, nantinya pemeriksaan hewan kurban akan dilakukan oleh Bidang Kesehatan Hewan Diperta Kabupaten Mojokerto. Pedagang hewan ternak wajib mempunyai Sertifikat Veteriner yaitu surat keterangan kesehatan hewan kurban.

Baca juga: Terkuak Misteri Soal Marinir di Bawah Kapal Saat Soeharto Mancing, Harmoko Sempat Jadi Saksi

Pemeriksaan Antemortem (Sebelum Disembelih) meliputi 
Pink Eye penyakit hewan kambing berupa infeksi pada bagian mata. Penyakit hewan Scabies atau pada kulit yang bisa diobati,  Ispa saluran pernafasan pada hewan gejalanya pada kambing bersin dan mengeluarkan lendir.

"Disperta juga melakukan pemantauan ketersediaan hewan di pasar juga dipengepul selain itu pemeriksaan kesehatan terkait umur maupun dokumen keterangan kesehatan dari daerah asal hewan kurban ke pedagang atau lapak," pungkasnya.

Kumpulan berita Mojokerto terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved