Breaking News:

Berita Persik Kediri

PPKM Mikro Darurat Berlaku, Persik Kediri Gelar Latihan Secara Tertutup

Di tengah masa PPKM Darurat, Manajemen Persik Kediri memutuskan program latihan tim Macan Putih digelar secara tertutup.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Taufiqur Rohman
surya/farid mukarrom
Suasana Latihan Persik Kediri di Stadion Brawijaya Kediri 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Persik Kediri jalankan program latihan secara tertutup di tengah masa PPKM Darurat.

Menurut media officer Persik Kediri Anwar Bahar Basalamah bahwa selama PPKM Darurat mulai 3-20 Juli aktivitas latihan pemain masih terus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Jauh sebelum kebijakan PPKM Mikro Darurat kami sudah terapkan protokol kesehatan yang ketat. Namun saat ini kami dari manajemen akan memperketat dengan menggelar latihan tertutup," ungkapnya, Selasa (6/7/2021).

Imbas dari latihan tertutup yang digelar tim berjuluk Macan Putih ini, pihaknya akan menyampaikan perkembangan tim secara daring.

"Sebelumnya di piala Menpora kemarin kita udah pernah lakukan pres rilis secara daring. Jadi itu yang akan kami terapkan mulai hari ini," imbuhnya.

Baca juga: Kick Off Liga 1 2021 Mundur, Persik Kediri Berencana Gelar 3 Laga Uji Coba

Basalamah menjelaskan pihaknya secara aktif mengontrol kegiatan pemain.

Terlebih seluruh pemain Persik berada di Kediri Jawa Timur dan tak ada yang keluar kota.

"Kami patuh dengan aturan pemerintah. Jadi protokol kesehatan pemain selama aktivitas di dalam maupun di luar lapangan," ungkapnya.

Selain itu dengan mematuhi protokol kesehatan, Basalahm berharap upaya penanganan Covid-19 di Indonesia juga bisa berjalan semakin baik.

"Kalau kasus Covid-19 bisa turun, kompetisi juga akan diselenggarakan," jelasnya.

Sementara itu Pelatih Persik Kediri Joko Susilo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya selalu menjaga protokol kesehatan pemainnya.

"Kalau terkait protokol kesehatan anak-anak sudah paham. Kami disini selalu mengingatkan hal itu," terangnya.

Joko Susilo juga sempat menjelaskan kondisi psikologis pemainnya sempat terganggu akibat penundaan kick off Liga 1 karena kasus Covid-19 tinggi.

"Rasa kecewa itu ada dari pemain, dan saya juga pahami psikologis pemain. Tetapi yang perlu kita lakukan kita harus bersatu baik suporter, manajemen dan pelatih. Harus mau mendukung secara keseluruhan, saya rasa itu obat yang akan menguatkan pemain," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved