Breaking News:

Berita Jatim

Upaya Antisipasi Klaster Hajatan, Wagub Emil Dardak Gandeng Para Penghulu

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menggandeng para penghulu untuk terus mengantisipasi timbulnya klaster hajatan dimasa pandemi Covid-

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
Istimewa/ Tim Wagub Jatim
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat mengunjungi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Selasa (6/7/2021 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menggandeng para penghulu untuk terus mengantisipasi timbulnya klaster hajatan di masa pandemi Covid-19

Terlebih saat ini masa PPKM Darurat, hal itu menjadi diantara upaya untuk menekan angka kasus Covid-19 di Jawa Timur

"Oleh karena itu bagaimana proses pernikahan yang menghadirkan penghulu benar-benar sesuai dengan ketentuan PPKM Darurat," kata Emil seusai berkunjung ke Kantor Wilayah Kemenag Jatim, Selasa (6/7/2021). 

Kunjungan Emil ke Kanwil Kemenag Jatim itu lantaran pihaknya ingin menyamakan perspektif terkait optimalisasi PPKM Darurat. Dalam konteks ini, adalah pada kewenangan lembaga tersebut. Diantaranya untuk sama-sama berupaya menekan klaster hajatan pernikahan. 

Mantan Bupati Trenggalek itu melanjutkan, bulan besar Dzulhijah memang kerap jadi tanggal yang banyak diminati untuk melangsungkan pernikahan. Masa-masa ini masih berlangsung periode PPKM Darurat di tanggal 10 - 20 Juli 2021.

Menurut Emil, penghulu sudah diberikan pembekalan untuk melakukan proses akad nikah. Diantaranya, jika tidak sesuai protokol kesehatan dapat ditunda terlebih dahulu. 

Nah, untuk memastikan betul upaya prokes dalam acara, maka kerjasama dengan TNI/Polri yang berada di lapangan untuk mengawasi prosesnya, juga penting dilakukan. 

"Peran petugas untuk mengawal kepatuhan dan meniadakan hajatan selain akad nikah yang dihadiri 30 orang. Maka dari itu selain membekali penghulu untuk tegas, perlu sharing data jumlah rencana akad yang sudah terdaftar agar bisa diantisipasi oleh petugas yang ada di lapangan," ungkapnya. 

Baca juga: Satgas Covid-19 Ponorogo Kembali Dirikan Tenda Darurat di RSUD Dr Harjono

Disisi lain, Emil yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia ( IPHI ) mengatakan, ada 8 anggota penyuluh dari Kemenag di setiap Kecamatan yang ada di Jawa Timur

Total ada 5000 lebih penyuluh dari Kemenag yang siap bergerak dalam kaitan SE nomor 17 Tahun 2021 mengenai aturan terkait Idul Adha maupun juga pernikahan.

Sementara itu, Plt Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, M. Nurul Huda, mengatakan, pihaknya siap untuk mengamankan program pemerintah yang tertuang dalam SE nomor 17 Tahun 2021. 

Koordinasi, Informasi, Integrasi dan Sinkronisasi (KIIS) lintas sektoral memang penting terus dilakukan. 

"Sehingga program ke depan ini akan lebih bisa tertata, dan Insyaallah dengan KIIS ini bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tutupnya.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved