Breaking News:

Berita Madura United

Berkaca dari Piala Menpora, RD Sebut Liga 1 2021 Aman Digelar diTengah Pandemi

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan menyebut, kompetisi tetap digelar di tengah pandemi dan tak berdampak negatif pada peningkatan kasus Covid-19

Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rohman
TRIBUNJATIM.COM/KHAIRUL AMIN
Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Senin (7/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan (RD) menyebut, kompetisi tetap digelar di tengah pandemi dan tak berdampak negatif pada peningkatan kasus Covid-19.

Pasalnya, ia menilai, kompetisi di Indonesia berjalan tanpa penonton. Belum lagi, operator kompetisi menerapkan protokol kesehatan cukup ketat.

Seperti yang diterapkan di Piala Menpora 2021 kemarin, pemain dan ofisial klub rutin melakukan swab test sebelum dan sesudah pertandingan.

Pun demikian, format kompetisi kali ini berjalan dengan sistem series, sehingga peluang penularan Covid-19 sangat kecil.

"Sebetulnya efek dari tim sendiri dan juga efek dari digelarnya kompetisi untuk masyarakat, saya rasa sebetulnya gak ada," kata Rahmad Darmawan pada TribunJatim.com, Rabu (7/7/2021).

"Malah justru sepak bola membantu memberi hiburan yang sehat kepada mereka yang sedang di rumah," tambahnya.

Alasan RD bukan tanpa dasar, sebelumnya saat gelaran Piala Menpora 2021 yang juga digelar tanpa penonton dan prokes ketat, tak berdampak pada peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Aktivitas sepak bola ini aktivitas yang sangat terkontrol, kompetisi sangat dikontrol, kami setiap akan ada pertandingan, harus melakukan swab antigen, atau PCR," ucapnya.

"Yang masuk stadion kan hanya pemain saja, dan semua dalam kontrol, dalam prokes yang bener-bener ketat, seperti kemarin di Piala Menpora, sebetulnya juga tidak ada masalah," tambahnya.

Tidak hanya bisa memberikan hiburan, mantan pelatih timnas Indonesia U-23 itu menilai, bergulirnya kompetisi memberi dampak positif mempercepat berputarnya roda ekonomi.

"Terutama bidang pariwisata, karena kami pakai Hotel, lalu juga untuk pemenuhan sisi kebutuhan makanan di kota itu, jadi menggerakkan ekonomi," tegas RD.

Sementara mengenai penundaan kick off kompetisi hingga akhir bulan Juli, terbaru hingga akhir Agustus dinilai RD sebagai bagian dari empati.

"Sekarang ini kan kami semacam menghormati, harus juga ada sikap empati, sikap empati itu yang lebih ke depan daripada dampak dari pertandingan bola dilanjutkan itu sebenernya gak signifikan," kata RD.

"Soal kapan dimulai, sebenarnya kapanpun bisa, gak ada masalah," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved