Breaking News:

Berita Malang

Mobilitas Masyarakat Masih Tinggi, Polresta Malang Kota Lakukan Penyekatan di Tiga Titik

Polresta Malang Kota lakukan penyekatan di tiga titik. Penyekatan dilakukan, karena kondisi lalu lintas di Kota Malang masih ramai meski telah diberla

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Personel Brimob memakai senjata laras panjang, saat melakukan penjagaan di titik penyekatan Simpang Empat Karanglo, Rabu (7/7/2021) sore. 

Reporter : Kukuh Kurniawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polresta Malang Kota lakukan penyekatan di tiga titik. Penyekatan dilakukan, karena kondisi lalu lintas di Kota Malang masih ramai meski telah diberlakukan PPKM Darurat.

Tiga titik penyekatan tersebut ada di Simpang Empat Karanglo, Jalan Raya Tlogomas (depan Terminal Landungsari), dan Simpang Tiga Kacuk Barat.

Akibat penyekatan tersebut, arus lalu lintas di Simpang Empat Karanglo sempat mengalami kemacetan parah. Bahkan, ekor kemacetan terjadi hingga lima kilometer ke arah utara.

Dari pantauan TribunJatim.com, penyekatakan Simpang Empat Karanglo dilakukan mulai Rabu (7/7/2021) pukul 16.00 WIB.

Dengan memakai road barrier, anggota Polresta Malang Kota melakukan penutupan di Jalan Raya Karanglo yang menuju arah Kota Malang. Lalu, Underpass Karanglo mengarah ke Kota Malang juga ditutup.

Sehingga, semua arus lalu lintas dari arah utara menuju ke selatan (arah Singosari menuju Kota Malang), dialihkan ke arah barat (Jalan Raya Perusahaan).

"Mulai saat ini dilakukan penyekatan, yang awalnya di Exit Tol Madyopuro, kita geser dan jadikan satu di Perempatan Karanglo. Sedangkan untuk Exit Tol Madyopuro, dilakukan penutupan total," ujar Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppi Anggi Khrisna kepada TribunJatim.com, Rabu (7/7/2021).

Dirinya menjelaskan, penyekatan dilakukan hingga PPKM Darurat berakhir.

"Penyekatan dilakukan mulai saat ini, sampai PPKM Darurat berakhir yaitu pada tanggal 20 Juli 2021. Dan penyekatan ini, kami lakukan selama 24 jam," tambahnya.

Dirinya mengungkapkan, penyekatan dilakukan karena melihat kondisi tingginya volume kendaraan yang melintas di Kota Malang. Padahal, Kota Malang telah memberlakukan PPKM Darurat.

"Volume kendaraan masih tinggi, meski PPKM Darurat diberlakukan. Ini menandakan, mobilitas masyarakat masih banyak. Sehingga dengan adanya pengendalian dan pembatasan mobilitas, diharapkan kendaraan yang masuk wilayah Kota Malang dapat berkurang," jelasnya.

Meski dilakukan penyekatan secara ketat, Polresta Malang Kota tetap memberikan toleransi bagi masyarakat luar Malang Raya yang bekerja di Kota Malang atau memiliki kepentingan mendesak di wilayah Kota Malang.

"Yaitu wajib menunjukkan bukti sudah divaksin, minimal vaksinasi dosis pertama. Sedangkan syarat kedua, wajib menunjukkan hasil rapid tes antigen H-1 atau swab tes PCR H-2. Lalu syarat ketiga, wajib menunjukkan surat keterangan kerja," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved