Breaking News:

Berita Kabupaten Malang

Pelapor Video Hoax Penembakan Ulama di Malang Terima Permintaan Maaf Idris Al Marbawy

Pelapor kasus video hoax penembakan ulama di Malang yang viral di media sosial bersedia terima permintaan maaf Idris Al Marbawy.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
Sekretaris Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Malang, Zulham Mubarak, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG -  Sekretaris Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Malang, Zulham Mubarak membenarkan jika Idris Al Marbawy telah menyampaikan permintaan maaf kepada NU.

Permintaan maaf tersebut tercurahkan dari mulut Idris Al Marbawy buntut kasus video viral settingan yang sedang menerpanya.

"Saya ingin menyampaikan pesan Ketua PWNU Jawa Timur, Ketua Rois Syuriah dan Ketua Tanfidz NU Kabupaten Malang. Para kiai ini menyampaikan kepada saya bahwa NU menerima maafnya (Idris)," ujar Zulham ketika dikonfirmasi, Rabu (7/7/2021).

Zulham yang juga turut melaporkan Idris ke Polres Malang menghormati proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian dalam kasus ini.

"Pada intinya sikap-sikap kami sebagai santri NU adalah siap menerima permintaan maaf dan berdamai. Namun, proses hukum tetap kami serahkan ke kepolisian," jelasnya.

Selain itu, Zulham juga menyerahkan sepenuhnya keputusan status hukum yang didapat Idris Al Marbawy.

"Saya apresiasi kerja kerasnya kepolisian. Kami menghormati proses penyidikan, biar kepolisian yang memutuskan," tutupnya.

Sebelumnya, video heboh Idris jadi korban penambakan viral di media sosial pada Maret 2021.

Video kontroversial tersebut diunggah lewat channel YouTube Gus Idris Official.

Baca juga: Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Video Hoax Korban Penembakan, Gus Idris Belum Ditahan Polres Malang

Idris yang juga pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Babadan, Ngajum, Malang, seolah-olah menjadi korban penembakan usai melawan sosok gaib yang disebutnya sebagai Nyi Ronggeng.

Aksi Idris sontak memantik keresahan publik Kabupaten Malang.

Berbagai elemen masyarakat kompak melaporkan Gus Idris ke Polres Malang karena membuat video yang kontraproduktif dan penyebaran berita bohong.

Berita tentang Kabupaten Malang

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved