Breaking News:

Berita Malang

PPKM Darurat, Forkopimda Kota Malang Berlakukan Jam Malam hingga Penyekatan di Sejumlah Titik

Situasi Malang Raya yang semakin darurat, membuat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang menerapkan sejumlah aturan yang ketat.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/edgar
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto saat memberikan keterangan kepada wartawan 

Reporter: Kukuh Kurniawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Situasi Malang Raya yang semakin darurat, membuat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang menerapkan sejumlah aturan yang ketat.

Sebab, berdasarkan hasil evaluasi dari Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, penerapan aturan PPKM Darurat di Kota Malang dinilai kurang efektif.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, berdasarkan kesepakatan Forkopimda Malang Raya, dilakukan penyekatan di perbatasan wilayah, termasuk di Exit Tol yang mulai diberlakukan hari ini.

"Untuk Exit Tol, hanya diberlakukan satu, di Exit Tol Singosari saja. Sedangkan, Exit tol Madyopuro dan lainnya ditutup total. Sementara, penyekatan di Pendem (perbatasan antara Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kota Malang) juga akan ditutup. Sehingga, tidak ada pergerakan mobilitas masyarakat," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (7/7/2021).

Uji coba penyekatan tersebut, resmi dilakukan Rabu (7/7/2022) mulai pukul 16.00 WIB dan efektif dilakukan pukul 20.00.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas pergerakan masyarakat. Sehingga, warga yang tidak memiliki kepentingan, bisa melakukan aktivitas di rumah.

Selain penyekatan, pihaknya juga memberlakukan jam malam. Sejumlah tempat usaha, seperti kafe, restoran dan lainnya hanya diberi kesempatan memberikan pelayanan take away dan harus sudah tutup pukul 20.00 WIB.

"Kami sudah memberikan kelonggaran untuk menerima take away saja. Namun, ada pelaku usaha lain (PKL) yang sudah diberi kesempatan buka hingga larut malam, justru melanggar aturan. Ketika petugas datang tutup, tetapi tiga jam kemudian, mereka buka lagi. Artinya, regulasi yang disampaikan tidak dijalani," terangnya.

Sehingga, pihaknya akan melakukan sterilisasi terhadap pelaku usaha yang melanggar aturan PPKM Darurat.

"Pukul 20.00 WIB, tidak ada aktivitas masyarakat, termasuk pertokoan, tempat makan dan lainnya sudah kami sterilkan," tambahnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa BuHer tersebut juga mengimbau masyarakat untuk beraktivitas di rumah. Jika ada yang nekat melanggar, pihaknya akan memberikan peringatan dan dilakukan swab antigen.

"Kalau ada yang melanggar, nanti kami cegat di jalan. Kemudian, akan kami lakukan swab antigen," tegasnya.

Dirinya juga menambahkan, mulai besok (Kamis, 8/7/2021), pihaknya akan menindak tegas kantor yang melanggar aturan PPKM Darurat.

"Jika memang ketentuannya, karyawan yang masuk 25 persen, tapi yang masuk justru 50 persen, akan kami tindak. Selain itu, kami juga mengaktifkan kembali peran PPKM Mikro. Dimana masing masing RT/RW harus memberlakukan one gate system. Istilahnya one gate system, one way out way," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved